Demi Cucu, Ini Pentingnya Peduli Politik ala Deng Ical

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Calon Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI (Deng Ical) mengajak warga Makassar lebih peduli politik.

Deng Ical berharap, tidak ada yang cuek dan menganggap politik hanya urusan partai politik. Akibatnya, kehidupan kemasyarakatan, pelayanan publik dan pembangunan jadi terbengkalai.

“Memang ada pihak-pihak yang sengaja mengampanyekan agar warga tidak usah urus politik. Cukup urus-urusan sehari-hari. Yang nelayan jadi nelayan saja, yang pedagang jadi pedagang saja,” beber Deng Ical saat kampanye tatap muka dengan warga Sultan Abdullah 1, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Minggu (10/10/2020).

Akibatnya, lanjut Ical, tercipta kelompok masyarakat yang apatis terhadap politik. Tidak peduli siapa yang jadi wali kota, siapa yang jadi anggota DPRD, gubernur, dan seterusnya. Akibatnya, yang jadi wali kota, yang jadi anggota DPRD akhirnya orang-orang yang tidak kompeten dan tidak becus mengurus pemerintahan dan pembangunan.

“Saya hadir di sini, ingin menyampaikan kepada kita semua untuk mari kita lebih peduli. Luangkan ki waktu, datang ke TPS untuk memilih calon yang benar-benar bisa dan mampu mengurus ini pemerintahan, pelayanan public, dan pembangunan di Kota Makassar,” sebut Deng Ical.

Kalau kita cuek, lanjut Deng Ical, maka yang terpilih nanti adalah orang-orang yang tidak becus. Tidak mampu dan tidak memiliki kapasitas. Akibatnya, akan hancur ini kota, sehingga yang akan terwariskan ke anak cucu semua adalah kerusakan.

Deng Ical mengajak untuk melawan orang-orang yang sedang mengkampanyekan untuk apatis politik. Sebab, itu akan membuat masyarakat hanya mau memilih kalau diberikan sesuatu. Mereka hanya mau memilih kalau ada uang atau ada apa-apanya.

“Itu sama dengan menggadaikan Kota Makassar kepada orang-orang yang akan menghancurkan kota ini,” jelasnya.

“Mari kita sama-sama membangun kesadaran, untuk memilih mereka yang akan memimpin Makassar karena memang punya konsep yang jelas. Kami, Deng Ical-Fadli Ananda (Dilan) akan membawa Makassar menjadi Makassar Maju, Makassar Lestari, dan Makassar melayani,” tutur Deng Ical. (rls)