Kasihan, Bocah Lumpuh di Sinjai Luput dari Perhatian Pemerintah

BONEPOS.COM, SINJAI - Setelah kasus temuan anak yang didiagnosa menderita dugaan gizi kurang yang marak di pemberitaan media yang merupakan warga Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, diduga luput dari perhatian pemerintah daerah.

Kembali ditemukan kasus yang hampir sama, yakni bocah penderita lumpuh yang nasibnya sama, juga luput dari perhatian pemerintah daerah.

Bocah tersebut bernama Rahmatul Khairi usia (10), warga Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang diketahui kediamannya bersebelahan dengan Kantor Desa Lamatti Riaja.

Rahmatul diketahui menderita sakit Lumpuh Kaku sejak usia dini yang merupakan anak dari pasangan Nursang dan Wahidah.

Mengetahui ada kabar ini, Ketua AJOI Sinjai Elang Suganda bersama pengurus lainnya berkunjung ke kediaman anak tersebut dan sekalian memberikan bantuan sembako ala kadarnya.

"Bantuan sembako ini adalah bantuan alakadarnya yang merupakan bentuk kepedulian AJOI Sinjai. Semoga bisa bermanfaat dan berdoa, semoga diberikan kesembuhan agar bisa hidup normal dan bisa bersekolah seperti anak yang seusianya," ujarnya.

"Semoga pemerintah juga bisa membantuan adik kita, dalam hal ini pihak Dinas Sosial dengan memberikan sedikit perhatian. Kalau menurut pengakuan nenek bocah ini hanya sekali menerima BLT," harapnya.

Sementara itu, Subaedah nenek yang mengasuh Rahmatullah selama dia lahir mengaku bahwa dia baru sekali terima bantuan BLT, setelah itu tidak pernah lagi.

"Tidak tahu kenapa tidak terima lagi. Padahal kami sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari pemerintah," ujarnya menyampaikan dengan nada sedih.

"Anak ini sejak dia lahir saya yang asuh, sedangkan kedua orang tuanya sudah lama pergi merantau di Palu Pak. Jadi hanya saya bersama anak saya yang mengasuhnya," sambungnya.

Sementara itu Kepala Desa Lamatti Riaja, A. Mappaware yang dicoba dikonfirmasi lewat saluran telepon terkait hal tersebut belum memberikan jawaban. (fan/ril)