Warga Sinjai Terancam Gizi Buruk, Kepala Puskesmas Sesalkan Tak Ada Laporan

BONEPOS.COM, SINJAI - Irwan (24) warga asal Desa Pulau Persatuan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengalami penyakit yang menurut diagnosa dokter mengidap penyakit Cerebral Palsy (gizi kurang) dan gangguan saraf.

Akibat penyakitnya tersebut, Irwan hanya bisa duduk dan terbaring akibat kondisi pertumbuhan fisik dan tubuh yang kurus, lemah, tidak berdaya.

Orang tua Irwan, Ahmad yang dikonfirmasi via telepon oleh awak media mengaku, kondisi anaknya tersebut sudah lama seperti itu.

Dia bahkan mengaku tidak pernah mendapatkan asupan vitamin dari pihak Puskesmas setempat.

"Kondisi anak saya ini memang tidak pernah saya sampaikan ke pihak pemerintah desa. Tetapi, dari pihak puskesmas sudah datang melihat anak saya, namun hanya mengecek dan menulis namanya saja tanpa memberikan asupan vitamin," urainya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pulau Sembilan, Agus Salim mengklaim jika petugas puskesmas pernah mengunjungi kediaman anak tersebut pada Agustus tahun 2019 lalu.

"Namun, petugasnya tidak menyampaikan ke saya setelah mengunjungi anak ini. Ini baru saya tahu setelah muncul di media, karena petugasnya tidak pernah melapor ke saya dan setelah saya tahu langsung saya datangi rumahnya," dalihnya.

Setelah ditanya mengenai riwayatnya, memang yang bersangkutan tidak pernah diimunisasi. Ternyata cakupan imunisasinya belum lengkap dan bahasa dokter juga menyatakan bahwa anak tersebut memiliki kelainan saraf dan otak sehingga mengganggu pertumbuhan fisik.

"Kita juga pernah memberikan vitamin, hanya memang sasaran itu ada juknisnya. Kalau gizi itu ada sasarannya sesuai anjuran Kementerian Kesehatan ada standar yang kita intervesi kalau seumuran anak ini lepas dari pemantauan, kecuali dia bayi, balita," ungkapnya.

Ditambahkannya, dari hasil diagnosa sementara, anak ini mengalami Cerebral Palsy atau gizi kurang bukan gizi buruk. Itu kan ada levelnya, dari kurus turun menjadi gizi kurang dan hingga gizi buruk.

"Begitu pengukurannya, anak ini kategori gizi kurang dan penyebabnya selain karena penyakitnya juga karena pola istirahatnya, tetapi pola makannya baik. Riwayat mulai umur 3 tahun beliau menurun fungsi ototnya karena dari otak sumbernya dan sehingga mengganggu fungsi pencernaannya," jelasnya.

Agus pun mengakui jika dirinya tidak pernah menyampaikan laporan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai terkait soal keberadaan warga yang mengalami gizi kurang di wilayah kerjanya tersebut.

"Betul, saya mengakui jika tidak pernah melaporkan soal adanya warga yang mengalami sakit seperti ini, karena di tahun 2019 lalu anggota juga tidak sampaikan ke saya. Bahkan saya biasa ke dusun tempat tinggalnya yang bersangkutan, namun tidak pernah juga ada warga yang sampaikan," terangnya. (fan/ril)