Atensi Khusus PBSI Sulsel Soal Perpindahan Atlet

BONEPOS.COM, MAKASSAR - PBSI Pengprov Sulsel gelar Pelatihan Sistem Informasi (SI) tahun 2020, Kamis (15/10/2020).

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan PBSI Pengkot Makassar.

Gelaran tersebut berlangsung selama sehari, dan diikuti perwakilan 16 klub yang berada dalam naungan PBSI Pengkot Makassar. Ini merupakan pelatihan penginputan data atlet bulu tangkis yang ada di Kota Makassar ke dalam Sistem Informasi (SI) PBSI.

SI PBSI dibuat oleh PP PBSI dengan tujuan membuat suatu database besar terhadap seluruh atlet bulu tangkis yang ada di Indonesia.

Dengan tersimpannya data atlet di dalam SI PBSI, maka akan memudahkan atlet ke depannya dalam mengikuti suatu Kejuaraan atau turnamen, sekaligus bisa meminimalisir perdebatan bahkan kecurangan dalam suatu Kejuaraan.

Dalam sambutannya, Tahir yang menjabat Sekum PBSI Makassar mewakili Ketum PBSI Pengkot Makassar menyampaikan, Pelatihan ini sangat bermanfaat karena bisa mencegah kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam suatu Kejuaraan atau Turnamen.

Demikian pula dalam sambutannya Ketum PBSI Pengprov PBSI Sulsel, D. Khaddafi mengatakan, dengan adanya SI PBSI ini, bisa tercipta database atlet bulu tangkis di lingkup PBSI Pengprov Sulsel dan juga membuat klub-klub bulu tangkis menjadi tertib administrasi.

PBSI Pengprov Sulsel juga akan mengusulkan program kerja ke PP PBSI saat Munas PBSI 2020, yaitu pemberlakuan aturan yang ketat yaitu melarang perpindahan atlet dari daerah asal ke daerah tempat dimana si atlet berlatih. Misalnya atlet berasal dari Sulsel tapi berlatih di salah satu klub di DKI Jakarta atau Jawa Tengah.

Atlet tersebut tidak bisa serta merta pindah menjadi atlet provinsi tempat klub berada, terutama untuk gelaran PON. (ril)