Rangga, Tewas Usai Dibacok Demi Selamatkan Ibu. UAS Ikut Mendoakan

Sekujur tubuhnya dibacok membabi buta oleh pelaku, Samsul (46). Tak sampai di situ, jasad Rangga juga sempat diperlakukan seperti binatang oleh Samsul. Mulai dari dimasukkan ke karung hingga hendak dibuang ke sungai.

Untung saja jenazah bocah malang itu ditemukan mengapung di sungai tak lama usai Samsul diciduk petugas. Sebab, pelaku kukuh bungkam tidak mengungkapkan di mana lokasi pembuangan jasad Rangga.

Kisah tragis yang dialami Rangga kemudian menarik perhatian masyarakat. Banyak di antara mereka menggelarinya sebagai pahlawan orangtua.
Konon, Rangga menolak disuruh pergi oleh ibunya yang tengah tak berdaya saat hendak diperkosa Samsul kala itu.

Rangga memilih berbuat semampunya dengan berteriak dan menghalau pelaku. Tapi apa daya, tubuhnya yang mungil tak mampu menahan birahi Samsul yang belakangan diketahui merupakan seorang residivis kasus pembunuhan.

Tak hanya masyarakat biasa, sorotan juga datang dari ustaz kondang Abdul Somad. Melalui akun media sosial Instagram @ustadzabdulsomad_official, Jumat (16/10/2020), UAS mengajak anak bangsa untuk memetik pelajaran dari nasib yang menimpa Rangga.

Menurut UAS, Rangga menunjukkan pentingnya perjuangan menjaga kehormatan seorang ibu, meski sekalipun nyawa taruhannya.

UAS juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang ganjaran mati syahid bagi orang yang terbunuh karena membela keluarganya.

"Rasulullah Saw bersabda: 'Siapa yang terbunuh karena membela keluarganya, maka ia mati syahid'. (HR. at-Tirmidzi)" tulis UAS.

Selanjutnya, UAS juga merangkai kata penuh makna untuk bocah yang dikenal berprestasi di sekolah dasar itu.

"Ananda Rangga. Dengan perbuatanmu engkau telah mengajarkan pada anak bangsa ini tentang arti menjaga kehormatan, walau mesti dibayar dengan nyawa. Engkau hadap Allah tanpa dosa, karena belum aqil baligh," tulis UAS.

Menurut UAS, sikap Rangga begitu mulia.

"Engkau mulia dengan derajat syahid. Syahid berarti disaksikan, karena seluruh malaikat menyambut ruhmu. Syahid berarti menyaksikan, karena engkau telah menyaksikan tempatmu di surga sebelum kematian tiba. Engkau merasakan sakaratulmaut hanya seperti cubitan lembut pada kulit yang halus. Engkau terbebas dari azab kubur dan hisab. Ruhmu berada di paruh burung-burung berwarna hijau terbang kian kemari di dalam surga. Bila engkau diberi Allah kuasa untuk memberi syafaat, berikanlah sebagiannya untuk hamba Allah yang hina: abdul somad," sambungnya.