Karyawan PD Pasar Dievaluasi, Kepala Pasar Ditagih Progres Kinerja

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Direksi dan Kepala Pasar kembali menggelar pertemuan untuk mengevaluasi kinerja antar karyawan PD Pasar.

Hal itu digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Pemkot Makassar sebagai amanah yang diemban jajaran Direksi dan Kepala Pasar.

Dalam pertemuan itu, pihak Direksi PD Pasar selalu mengingatkan janji Kepala Pasar yang terpilih pada lelang jabatan tersebut.

"Kita telah bicarakan bersama. Kemarin kita juga sudah pertemua dengan Pak Pj Wali Kota diminta rangking Kepala Pasar mana yang baik kinerjanya. Kalau kita mau keluhkan kekurangan Kepala Pasar, tentu akan kembali ke kami sebagai Direksi. Dan lagi-lagi bahwa kami yang pilih," sebut Direktur Utama, Basdir saat membuka pertemuan dengan seluruh jajaran karyawan PD Pasar.

"Saran saya kita lihat lagi sesuai kebutuhan masing-masing pasar, kalau perlu kita rasionalisasi pegawai. Karena banyak yang datang kerjanya cuma absen hilang mi," sambung Basdir.

Terkadang menurut Basdir, ada pasar jumlah karyawannya mencapai 30 orang. Tapi kita lihat saat apel pagi ada yang cuma 10 orang atau 5 orang," bebernya.

"Jadi kita diminta untuk evaluasi. Jadi mohon kerjasamanya dan harus tegas. Dan ini tidak main-main. Ini kan sudah ada aturannya," ujar Basdir.

Sementara itu, Direktur Umum PD Paaar, Nuriyanto G Liwang, berujar, selain evaluasi kinerja, yang menjadi tujuan bersama adalah peningkatan deviden.

"Ini yang jadi tujuan utama kita dan harus ki' merasa optimis bagaimana tiga bulan ini pendapatan deviden dapat ditingkatkan," tuturnya.

"Seperti apa optimisme kita inilah yang kita bahas. Yakni pendapatan belanja umum, belanja kepegawaian dan ketentuan kepegawaian," paparnya.

Senada dengan itu, Direktur Operasional, Saharuddin Ridwan juga memaparkan, bahwa sesungguhnya PD Pasar ini sudah pailit dari penilaian Pj. Wali Kota Makassar.

"Harus bekerja dengan baik. Karena kita dianggap bangkrut. Ini pernyataan pak Pj Wali Kota. Kalau begini terus kembalikan saja PD Pasar ke Dispenda dan tentu ini akan merugikan kita," tegas Sahar saat menirukan pernyataan Pj Wali Kota Prof. Rudy Djamaluddin.

Menurutnya, pernyataan itu dilontarkan Pj Wali Kota karena belanja pegawai terlalu banyak dibanding pendapatannya.

"Belanja pegawai kita lebih tinggi dari pendapatan. Maka harus dikurangi jumlah pegawai. Kita pertahankan saja pegawai yang bagus kerjanya. Hilangkan lembur dan kita dikasi waktu akhir bulan ini," tandasnya. (ril)