Mbak Penjual Siomay di Bone Kena Tipu Rayuan Maut, Begini Ceritanya

BONEPOS.COM, BONE - Tim Khusus Sat Reskrim Polsek Tanete Riattang melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana kriminal penipuan dan penggelapan.

Identitas pelaku diketahui berinisial E (42) warga BTN Perumnas Tibojong Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Pelaku telah melakukan penggelapan dan penipuan terhadap korban berinisial SS yang diketahui berjenis kelamin perempuan berprofesi penjual siomay, dimana pelaku telah membawa lari sepeda motor milik korban serta menipu korban jutaan rupiah.

Kanit Reskrim Polsek tanete Riattang Iptu Samson menjelaskan, pelaku dalam melancarkan aksinya dengan cara membujuk korban dan menawarkan bantuan agar korban mendapatkan biaya pendidikan anaknya.

"Pelaku ini mengiming-imingi korban akan membantunya untuk mencairkan dana di pembiayaan, korban pun akhirnya memberikan segala berkas yang dibutuhkan seperti KTP dan KK, namun ternyata berkas te rsebut digunakan pelaku untuk kredit motor," beberIptu Samson Kamis (22/10/2020).

Lanjut kata Samson, Saat proses pengurusan pencairan, pelaku sering meminta uang kepada korban, pertama korban dimintai uang sebesar Rp3,6 juta, tidak hanya itu pelaku juga meminta perhiasan dan smartphone korban, dengan alasan barang yang diambil tersebut akan digunakan biaya pengurusan.

"Setelah motor diambil oleh pelaku yang diurus melalui pembiayaan, pelaku pun menggadaikan motor tersebut sebesar Rp6 juta. Korban yang merasa keberatan akhirnya melapor ke kami," tambahnya.

Saat dilakukan penangkapan, pelaku akhirnya mengakui semua perbuatannya, dan saat ini Pelaku beserta barang buktinya berupa 1 unit motor telah diamankan di Mapolsek Tanete Riattang.

Dengan adanya kejadian tersebut Perwira berpangkat 2 Balok ini mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada lagi, agar tidak mudah mempercayai orang lain apalagi sama orang yang belum terlalu diketahui.

"Saya juga mengimbau agar masyarakat tidak menerima atau menggadaikan barang yang belum diketahui pasti pemiliknya atau barang yang masih kredit," kuncinya. (her/ril)