Ambulans Nasdem Dibakar Massa, Ketua DPRD Bilang Begini

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Demo mahasiswa di depan kampus UNM Pettarani berakhir bentrok dengan aparat dan kelompok masyarakat pada malam pukul 22.00 Wita, belum lama ini.

Akibat kejadian tersebut, sebuah kendaraan milik partai Nasional Demokrat (Nasdem) dibakar oleh massa pada 22 Oktober 2020.

Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo, yang juga berasal dari partai Nasdem turut buka suara atas kejadian tersebut.

Menurutnya, sangat disayangkan kejadian tersebut, dimana ambulans yang setiap hari mengantar mayat secara gratis dibakar massa waktu itu.

"Karena unjuk rasa yang berakhir brutal, anarkis, dan itu tidak dibenarkan, oleh karena itu saya menyayangkan dan mengutuk kejadian tersebut, tidak seharusnya merusak aset, apa lagi itu ambulans yang setiap hari melayani warga yang meninggal, kan lucu kalau itu yang dibakar, tentu patut kita sayangkan, bayangkan itu ambulans yang mengantar mayat setiap hari. Gratis pula, untuk melayani masyarakat, kok itu yang dijadikan pelampiasan," ujarnya di Kantor DPRD Kota Makassar, Jumat (23/10/2020).

Rudianto Lallo bercerita tentang masa lalunya waktu menjadi mahasiswa yang turut serta dalam aksi. Dalam ceritanya, jika aksi di lapangan mengetahui batasan-batasan tindakan.

"Kami juga ini orang lapangan waktu mahasiswa, dan kami tahu batasan-batasan tidak boleh ada pengerusakan aset-aset, baik milik pemerintah maupun aset milik orang lain, kan itu tidak dibenarkan.
Semoga saja polisi dapat mengusut tuntas kasus ini," tegasnya.

Ketua DPRD Kota Makassar ini juga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus yang mengakibatkan mobil ambulans partainya dibakar massa.

"Saya dapat informasi sudah ada yang ditangkap, ini harus diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatan telah merusak aset orang lain," lanjutnya.

Dalam wawancaranya, Rudianto enggan berasumsi ini akibat adanya keterlibatan partai politik dalam aksi tersebut.

"Saya tidak mau berasumsi lain-lain, saya serahkan ke penegak hukum untuk mengetahui motif dan masalahnya," kuncinya. (war/ril)