Kenakan Kemeja Putih, Ketua KONI Sulsel Rapid Test di Kantor

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Ketua KONI Provinsi Sulawesi Selatan, Ellong Tjandra, menjadi penutup pelaksanaan rapid test bagi atlet dan ofisial yang digelar di hari pertama, di Kantor KONI Sulsel, Jl. Sultan Hasanuddin No. 42 Kota Makassar, Senin (26/10/2020).

Ellong Tjandra merupakan satu diantara 9 pengurus KONI Sulsel seperti Wakil Ketua KONI Ambas Syam dan Ketua Komisi Diklat dan Pelatihan KONI Djamal Abdi yang ikut serta menjalani rapid test bersama atlet, hari ini.

Rapid test ini sendiri sedianya akan digelar selama 2 hari yang dimulai hari ini dan ditutup besok.

Ellong Tjandra dan pengurus KONI lainnya menjalani rapid tes diantrean terakhir pada pukul 14.30 Wita setelah puluhan atlet, asisten pelatih, pelatih dan mekanik dari 17 cabang olahraga selesai melaksanakan rapid test.

"Syukur Alhamdulillah, di hari pertama rapid test ini semoga membawa berkah bagi kami dan insan olahraga se Sulawesi Selatan," kata Ellong seusai sampel darahnya diambil oleh petugas medis.

Ellong juga berharap 12 cabang olahraga yang dijadwalkan akan melaksanakan rapid test Selasa besok untuk aktif mendatangi kantor KONI Sulsel menjalani pemeriksaan kesehatan tersebut.

Pasalnya dengan rapid test ini adalah wujud KONI Sulsel dalam mencegah munculnya klaster olahragawan di tengah wabah Covid-19 seperti klaster-klaster lainnya.

Dari hasil rapid test hari pertama ini, KONI Sulsel menyasar 122 atlet dan unsur officialnya untuk dirapid, sebanyak 76 orang yang telah menjalani test darah dari berbagai cabang olahraga yang terjadwal hari ini, dan 9 pengurus KONI Sulsel hingga tercatat sekitar 85 jumlah total yang berhasil dirapid test. Dalam pelaksanaan rapid test ini, melibatkan 10 tim medis yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga pengawas yang bertugas secara ketat menerapkan pola 3 M yakni menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker saat mengantri untuk diperiksa.

Ellong mengungkapkan rasa khawatirnya jika muncul klaster olahragawan dalam badai Covid-19 ini, pasalnya pembinaan atlet yang tengah berjalan saat ini dalam persiapan menghadapi PON XX 2020 di Provinsi Papua bisa membuat semangat mereka jatuh dan performanya menurun. (ril)