Pemuda di Bone Sulap Kelor Jadi “Emas”

BONEPOS.COM, BONE - Selama ini tumbuhan kelor yang selalunya hanya dijadikan sebagai sayuran, sekarang sudah bisa dijadikan sebagai solusi emas obyek agribisnis yang menguntungkan.

Bukan tanpa alasan, tanaman kelor yang sering ditemukan di perkebunan maupun di tempat-tempat biasa dapat dikembangkan menjadi agribisnis oleh masyarakat dengan melihat banyaknya manfaat dari tumbuhan kelor ini.

Seperti di Kabupaten Bone, sejumlah pemuda Bone sudah mulai berpartisipasi untuk pemulihan ekonomi dengan melakukan pola pemberdayaan masyarakat melaui tumbuhan kelor ini.

"Ini merupakan solusi emas bagi masyarakat, karena harga kelor sekarang ini tidak pernah turun harganya dan peminatnya banyak sekali. Jadi sekarang kita bagaimana memproduksi kelor dengan kualitas yang sangat baik sesuai standar," beber Awaluddin, Wadir PT. Plasa Desa Indonesia.

Selain itu, Awal juga mengatakan, selain kualitas dan kuantitas pihaknya juga berusaha mencapai produksi sebanyak 20 ton dalam sebulan.

Sementara Fadli yang dikonfirmasi menuturkan, di dalam tumbuhan kelor itu semua ada manfaatnya, mulai dari daun, batang, akar, bunga dan bijinya semuanya memiliki manfaat.

"Banyak kandungan nutrisi dari kelor ini seperti misalnya vitamin A, Vitamin A misalnya nutrisinya sangat tinggi bahkan berlipat-lipat dari wortel," jelasFadli dalam usai menggelar acara Sosialisasi di Salah satu Hotel di Bone, Senin (26/10/2020).

Untuk itu, dia berharap dengan meningkatnya produksi kelor di Kabupaten Bone agar masuk pemberdayaan masyarakat, jadi misalnya masyarakat yang menanam, kemudian Bumdes yang membeli kemudian mengolah, apalagi suasana pandemi ini sangat sulit menjalankan usaha.

"Kami berharap agar pemerintah daerah mensuport ini, dan Alhamdulillah bapak Bupati sangat mensuport, bahkan dalam waktu dekat ini beliau akan mengeluarkan rekomendasi bahwa silahkan Bumdes menjemput peluang ini," harapnya. (her/ril)