Ini Alasan Pengusaha Tionghoa Panaskan Mesin Pemenangan Dilan

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Dukungan buat pasangan calon nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda, terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat di Kota Makassar.

Terbaru, giliran tokoh Tionghoa yang menyatakan dukungan buat paket dengan jargon Dilan tersebut.

Tokoh Tionghoa, Syahrir alias Asiong mengaku mantap mendukung Dilan karena sosoknya yang bisa merangkul semua pihak dan mengayomi semua golongan.

Di matanya, Deng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal, dan Fadli Ananda adalah sosok pemimpin plural.

"Makassar ini sangat beragam, multietnis dan multikultur. Makassar butuh wali kota yang dapat mengayomi semua golongan, tidak malah mengkotak-kotakkan kita. Jujur, saya melihat karakteristik itu hanya ada di Dilan, sosoknya pemimpin plural dan cerminan kita semua," jelas Asiong, Rabu (28/10/2020).

Menurut Asiong, dukungan kepada Dilan juga tidak lepas lantaran programnya yang sangat komprehensif. Dilan sudah menyiapkan strategi pemulihan dampak kesehatan dan ekonomi dari pandemi Covid-19.

Hal itu juga bukti Dilan adalah sosok pemimpin visioner.

Lebih jauh, ia berpendapat kemampuan Dilan dalam mengayomi semua golongan, tidak lepas berkat karakter sombere’.

Dilan diketahui berteman dengan siapa saja, tanpa memandang latar belakang sosial. Dilan juga tidak pernah membedakan perlakuan kepada teman-temannya, antara si kaya dengan si miskin.

"Dilan sosok pemimpin pluralis, sosok pemimpin untuk semua. Deng Ical dan Fadli Ananda dapat merepresentasikan semua elemen masyarakat, itu yang penting. Karakter dan kepribadian sombere' itu sangat dirindukan masyarakat Makassar," sebutnya.

Olehnya itu, Asiong mengajak mengajak masyarakat Makassar memilih kandidat berdasarkan hati nurani. Lihat karakter dan kepribadian serta program kandidat. Jangan tergoda memilih paslon hanya karena iming-iming materi, baik itu uang, sembako maupun lainnya lantaran itu hanya dinikmati sesaat. 

Dilan diketahui maju di Pilwalkot Makassar 2020 dengan dukungan dari PDIP, Hanura dan PKB. Selain itu, pasangan representasi Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama tersebut juga disokong ratusan komunitas relawan yang tersebar di 15 kecamatan lingkup Kota Makassar.  (rls)