Guru Terpencil Bone Menjerit, Tunjangan Khusus Daerah Terisolir Mendadak Hilang – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Guru Terpencil Bone Menjerit, Tunjangan Khusus Daerah Terisolir Mendadak Hilang

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BONE – Guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru non PNS di SD Inpres 5/81 Cempaniga wilayah Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone mempertanyakan hilangannya tunjangan khusus bantuan untuk guru di wilayah terpencil, terisolir dan tertinggal (3T).

Padahal bantuan keuangan pemerintah pusat dan daerah itu sebelumnya masih lancar diterima oleh guru-guru hingga 2019.

“Tahun 2017 sampai 2019 pemberian tunjangan khusus itu masih ada, nanti pada tahun 2020 ini sudah tidak ada lagi,” beber A Mappiasse, Kepala UPT SD Inpres 5/81 Cempaniga.

Hilangnya anggaran tunjangan khusus yang pernah dinikmati oleh guru PNS dan Non PNS di daerah Terpencil, Terisolir dan Tertinggal (3T) itu membuat polemik di kalangan guru-guru. Mereka sempat mengajukan protes, bahkan mempertanyakan hilangnya tunjangan tersebut.

Baca Juga  18 Warga Lapas Watampone Bebas, Ini Syaratnya

“Tunjangan yang pernah diterima untuk guru PNS sebesar 1 bulan gaji pokok, begitu pula tunjangan khusus guru Non PNS pernah mendapatkan tunjangan sebesar Rp1,5 juta,” tutur Andi Mappiasse.

Ditambahkan Mappiasse, tunjangan khusus itu sebelumnya diprioritaskan kepada guru-guru Non PNS.

“Tiap guru langsung menerima dana lewat rekening masing-masing,” ungkapnya.

Kepala Bidang Program Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Rahmat A Wahab mengatakan, tunjangan khusus untuk ASN porsinya memang tidak ada, kecuali tunjangan khusus bagi guru honorer yang mengajar di daerah terpencil itu tetap ada.

Baca Juga  Bayar Rp500 Ribu, Sudah Dapat Rumah Baru di Bone

“Tahun ini tetap ada, bahkan bertambah dari tahun sebelumnya, baik dari segi guru penerimanya dan juga jumlah yang diterima,” ujar Rahmat.

“Tahun lalu misalnya hanya Rp250 ribu per bulan per orang, insya Allah tahun ini naik menjadi Rp500 ribu per bulan per orang,” jelasnya.

Hanya menurut Rahmat, pemerintah belum mampu menjangkau keseluruhan dari guru honorer karena keterbatasan anggaran.

Selain itu juga perlu diketahui bahwa pencairan anggaran khusus tersebut memang hanya sekali dalam setahun.

“Insya Allah semoga minggu ini kita bisa proses permintaan pencairannya dan perlu dipahami bahwa terkait ketersediaan anggaran, kami menggunakan skala prioritas,” tuturnya. (sug/ril)

Temukan Kami:
  • Bagikan