Lambat Penanganan Swab, Pasien Diduga Positif Covid-19 Meninggal di RSUD Tenriawaru – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Lambat Penanganan Swab, Pasien Diduga Positif Covid-19 Meninggal di RSUD Tenriawaru

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BONE – Keluarga pasien yang meninggal diduga akibat terjangkit Virus Corona (Covid-19) menilai tim Satgas PPC-19 lamban dalam menangangani kasus di Kabupaten Bone.

Bukan tanpa sebab, Ekha salah seorang keluarga pasien berinisial MS (62) yang meninggal Kamis pagi (12/11/2020) karena diduga positif Covid-19 mengeluhkan, dalam hal penanganan Covid-19 pihak RSUD Tenriawaru Bone dan Tim Gugus tidak serius.

Hal itu dikarenakan, pihak RSUD Tenriawaru dinilainya sangat lamban mengambil tindakan terhadap pasien yang masuk apalagi dengan gejala yang mirip Covid-19.

“Mengapa tidak, Om saya masuk tanggal 9 November, dengan gejala gangguan pernafasan, kemudian besoknya setelah ada gejala yang mirip Covid-19 bukan langsung di swab test, nanti tanggal 11 baru di swab,” ujar Ekha, kepada Boneposcom.

Lanjut kata Ekha, setelah Almarhum meninggal dan hendak dibawa pulang ke rumah tiba-tiba diberitahukan oleh pihak rumah sakit bahwa tunggu hasil swab, karena hasil swabnya belum keluar.

Baca Juga  Soal Bibit, Wabup Bone Serukan Hal Ini ke Petani 

“Saat pasien masuk di rumah sakit itu tidak diberikan penanganan secara khusus sesuai dengan prokes Covid-19, semantara pasien mengalami Bronkitis, seharusnya lebih cepat di Swab jangan menunggu-nunggu lagi,” tambahnya.

“Saya juga menyayangkan tenaga medis di rumah sakit Tenriawaru Bone, pasalnya saat almarhum berada di kamar jenazah perawat justru tidak menggunakan masker. Nanti ditegur baru menggunakan masker, ada apa ini? Apakah ini bukan hal serius jika dianggap almarhum meninggal karena Covid-19,” kesalnya.

Sementara itu, pihak RSUD Tenriawaru Bone yang dikonfirmasi melalui humasnya Ramli berdalih, saat pasien masuk pada 9 November dan saat itu dilakukan rapid tes dan hasilnya non rekatif kemudian dokter yang menangani pasien melakukan redrogen dan menurut dokter pasien mengalami TB.

“Karena ini TB umum, menurut dokter, pasien tidak dibawa ke ruang IGD isolasi melainkan dibawa ke bansal C1, kemudian 10 dokter ahli paru mengecek foto redrogen hasilnya ada infeksi paru, setelah itu pasien kemudian dibawa ke ruang isolasi,” ungkap Ramli melalui sambungan telepon.

Baca Juga  Vaksin Covid-19 Sudah Ada di Indonesia, Ketua Satgas Serukan Warga Lakukan Hal Ini

Lanjut kata Ramli, pada 11 November siang, pasien dilakukan swab tes oleh pihak rumah sakit kemudian diserahkan langsung ke tim gugus 1.

Sementara itu, Juru Bicara Covid-19 drg Yusuf berujar, almarhum dilakukan swab tes 11 November pagi, kemudian Almarhum meninggal 12 November pagi sebelum hasil swabnya keluar.

“Untuk membantu keluarga agar almarhum dimakamkan biasa, kami berkoordinasi dengan pihak laboratorium kabupaten Soppeng agar diberikan perlakuan khusus agar hasil swabnya keluar lebih cepat, dan alhamdulillah sekitar 1 jam lebih hasilnya sudah keluar dan hasilnya positif,” beber Yusuf.

Lanjut kata Yusuf setelah diketahui hasil swabnya positif maka almarhum dimakamkan secara protokol kesehatan dengan catatan pihak keluarga dberikan kesempatan untuk memilih tempat pemakaman dengan ketentuan jarak dan dari masyarakat setempat tidak ada masalah. (her/ril)

Temukan Kami:
  • Bagikan