Langkah Menteri PPPA Tekan Risiko Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dalam Bencana – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Langkah Menteri PPPA Tekan Risiko Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dalam Bencana

  • Bagikan

BONEPOS.COM, LUWU UTARA – Banjir bandang yang menimpa beberapa desa di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan pertengahan Juli lalu masih menyisakan dampak hingga sekarang.

Mulai dari sisa bangunan fisik yang hancur hingga menyisakan trauma para penyintas bencana.

Dalam situasi bencana dan pasca bencana, perempuan dan anak menjadi kelompok yang paling rentan yang harus tetap mendapat jaminan perlindungan.

Kata pusat data informasi banjir bandang berdasar asal Kabupaten Luwu Utara, kelompok rentan terdampak meliputi 4962 perempuan, 463 balita, 797 anak-anak, 260 lansia, dan 16 ibu hamil.

Baca Juga  Mentan SYL Kenang Perjuangan Jadi Gubernur di Rumah Thahar Rum 

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, anak serta perempuan, khususnya ibu hamil dan menyusui, merupakan kelompok rentan yang harus dilindungi dalam situasi bencana. Selain memiliki berbagai kebutuhan spesifik yang berkaitan dengan karakteristik fisiologisnya, perempuan dan anak juga lebih rentan terhadap kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya karena jurang ketidaksetaraan gender yang masih dalam. Kekerasan yang terjadi akibat relasi gender yang tidak setara ini disebut sebagai Kekerasan Berbasis Gender (KBG),” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga saat Launching Sub Kluster Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Berbasis Gender di Lokasi Bencana Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (13/11/2020).

Baca Juga  Lumpur Tebal Hambat Proses Pencarian Korban Banjir Bandang di Lutra

Mencermati kondisi di daerah bencana di Masamba, Luwu Utara di mana hak perlindungan bagi perempuan dan pemenuhan hak anak membutuhkan perhatian lebih besar, maka Menteri Bintang melakukan Launching Sub Klaster Perlindungan Hak Perempuan dan Anak dari Kekerasan Berbasis Gender dalam Bencana yang telah difasilitasi pula pembentukannya oleh Kemen PPPA, Agustus lalu.

  • Bagikan