Bukan Presiden, Ini Calon Presiden Baru Neymar

BONEPOS.COM - Neymar sering dikaitkan dengan Barcelona. Neymar sempat pindah karena kondisi finansial timnya Catalan yang sedang tak bagus.

Menjelang pemilihan presiden Barcelona, Neymar diyakini akan menjadi salah satu alat untuk menarik suara pada voting yang akan berlangsung pada 24 Januari 2021. Kendati demikian, Font menegaskan tak akan menggunakan Neymar untuk kampanye.

Font masih teringat bagaimana cara Neymar hengkang dari Camp Nou. Pemain Brasil itu mengaktifkan klausul lepas sebesar 222 juta euro untuk bergabung dengan Paris Saint-Germain, menobatkannya menjadi pemain termahal dunia hingga saat ini.

"Secara institusional, Neymar merupakan rencana saya. Untuk alasan finansial dan untuk alasan lain, seperti tuntutan hukum ke klub dan fakta bahwa dia meninggalkan klub dalam posisi susah beberapa hari menjelang musim mulai (pada 2017)," kata Font di Sport.

"Dia akan cocok untuk sisi olahraga, tapi tidak pada finansial atau sisi institusional," kata dia menambahkan.

Neymar dan Barca kini sedang dalam masalah hukum. Blaugrana meminta Neymar mengembalikan uang 10 juta euro atau setara Rp 166 miliar, karena kelebihan bayar saat membayar gaji.

Tuntutan Barca itu dibalas Neymar dengan meminta bonus kontrak baru. Neymar ingin pengadilan tinggi Spanyol mengabulkan tuntutannya sebesar 43,65 juta euro (RP 727,69 miliar).