Tragedi Berdarah di Kajuara Bone, Satu Tewas Diparang, Lainnya Melarikan Diri

BONEPOS.COM, BONE - Seorang petani di Dusun Cangkano, Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, tewas bersimbah darah di tanah. Setelah dianiaya oleh saudara iparnya sendiri, Selasa Malam (17/11/2020) sekitar pukul 23.30 Wita.

Korban diketahui bernama Amire (50) sementara pelakunya diketahui bernama Amiruddin bin ambang (43) yang tak lain adalah saudara ipar korban.

Informasi yang berhasil dihimpun Boneposcom, kronologisnya berawal dari pelaku tiba-tiba mengamuk sambil memegang pisau di dalam rumahnya. Anak-anak pelaku yang melihat ayahnya mengamuk langsung berlari minta tolong.

Setelah itu, datanglah korban pertama bernama Aso Karim (45) ke rumah pelaku dan mencoba menenagkannya, namun pelaku langsung menyerang Aso menggunakan pisau dapur dan mengenai lengan korban dan bagian kepala.

Pada saat itu, Aso sempat melakukan perlawanan sehingga dapat menjatuhkan pisau yang dipegang pelaku terjatuh, pelaku pun kembali berlari ke dalam kamar dan mengambil sebilah parang panjang. Sementara Aso memilih melarikan diri karena terluka.

Setelah pelaku mengambil parang dalam kamarnya, lalu mengejar Aso, namun tidak berhasil ditemukan. Kemudian pelaku hanya melihat korban kedua bernama Amire yang merupakan iparnya sendiri.

Pada saat itu Amire melihat pelaku memegang parang, Amire lalu kabur karena takut sehingga dikejar oleh pelaku. Pelaku yang sudah terlanjur emosi akhirnya mengejar Amire dan sekitar 100 meter Amire berhasil ditemukan dan langsung dianiaya menggunakan parang.

"Setelah dianiaya pelaku, korban mengalami luka parah dan langsung meninggal di TKP. Setelah itu pelaku lalu berlari di tengah semak-semak dan sembunyi," ujar Kanit Reskrim Polsek Kajuara Bripka Hadasri Halim.

Lanjut kata Dasri, pada saat itu pelaku sempat dikejar namun tidak berhasil ditemukan karena sembunyi, kemudian baru tadi siang berhasil ditemukan dan saat ini masih dalam pemeriksaan polisi. (her/ril)