Serangan Jantung, Simak Ricky Yacobi dan 6 Pesepak Bola yang Meninggal

BONEPOS.COM - Pesepak bola legenda, Ricky meninggal dunia akibat serangan jantung saat ikut bermain dalam laga trofeo yang digelar oleh para mantan pesepakbola asal Medan di lapangan Senayan, Jakarta.

Semasa masih aktif , Ricky bermain sebagai striker berteknik tinggi yang punya naluri tinggi dalam hal mencetak gol. Musisi Iwan Fals bahkan merekam ketajamannya lewat lagunya.

Ricky termasuk bagian dari skuat Timnas Indonesia saat meraih medali emas SEA Games pada tahun 1987. Tak hanya itu Ricky juga menjadi pemain Indonesia pertama, yang berkarier di Liga Jepang.

Kematian Ricky menambah panjang daftar pesepakbola yang meninggal dunia akibat penyakit jantung. Sebelum Ricky, sejumlah nama terkenal sudah mendahuluinya.

Berikut 6 sosok pesepakbola yang juga meninggal dunia akibat serangan jantung sebelum Ricky Yacobi.

Marc Vivian Foe

Penggemar sepakbola yang lahir tahun 1980-an pastilah pernah menyaksikan Marc Vivian Foe bermain.

Pemain yang pernah membela Olympique Lyon dan Manchester City itu meninggal dunia akibat serangan jantung. Ia tumbang di tengah lapangan saat membela timmnas Kamerun melawan Kolombia dalam laga semifinal Piala Konfederasi, 26 Juni 2003.

Menyusul kematiannya, timnas Kamerun dan Prancis yang lolos ke babak final, enggan bertanding. Kedua pihak sepakat untuk mengangkat trofi bersama untuk menghormati kepergian pemain berdarah Kamerun-Pancis tersebut.

Antonio Puerta

28 Agustus 2007, publik sepakbola khususnya La Liga Spanyol berduka atas kematian pemain nSevilla, Antonio Puerta. Bek yang saat itu masih berusia 22 tahun itu meninggal dunia karena serangan jantung saat membela timnya menghadapi Getafe dalam lanjutan La Liga.

Di tengah laga, ia jatuh di lapangan. Pemain yang pernah 54 kali merumput di La Liga itu sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Daniel Jarque

Dua tahun setelah kematian Puerto, tepatnya pada 8 Agustus 2009, publik La Liga kembali berduka karena kasus yang sama. Bek tengah Espanyol, Daniel Jarque González meninggal dunia di usianya yang masih 26 tahun.

Jarque meninggal usai menjalani sesi latihan pramusim di Blanquiazules di Coverciano, Florence, Italia.

Ia sempat bersantai di kamar hotelnya selepas latihan dan sempat pula menelepon pacarnya.

Namun tiba-tiba, di tengah obrolan asyik dengan kekasihnya, ia tumbang. Sang pacar kemudian menelepon dua rekan setimnya untuk memastikan apa yang terjadi pada Jarque. Rupanya, Jarque tumbang karena serangan jantung.

Semasa hidup, Jarque dikenal dekat dengan mantan gelandang Barcelona dan timnas Spanyol Andres Iniesta.

Saat mencetak gol tunggal penentu kemenangan Spanyol di laga final Piala Dunia 2010 versus Belanda, Iniesta menunjukkan kaos dalam bertuliskan penghormatan untuk Jarque saat melakukan selebrasi.

Cheick Tiote

Tahun 2017, giliran mantan gelandang Newcastle United, Cheick Tiote yang berpulang ke pangkuan Tuhan akibat serangan jantung.

Pemain timnas Pantai Gading itu ambruk saat menjalani latihan bersama klub terakhirnya, Beijing Enterprises.

Waktu itu, Tiote berusia 30 tahun. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak terselamatkan.

Selain Newcastle, Tiote pernah memperkuat klub Liga Belgia, RSC Anderlecht, dan klub Liga Belanda, FC Twente.

Davide Astori

Yang masih segar di ingatan pecinta sepakbola barangkali adalah kasus kematian bek sekaligus kapten Fiorentina, Davide Astori (31 tahun saat meninggal). Kepergiannya meninggal luka mendalam bagi Serie A maupun bagi asosiasi sepakbola Italia, FIGC.

Astori meninggal dunia karena serangan jantung di kamar hotelnya, jelang laga melawan Udinese dalam lanjutan Serie A.

Selain Fiorentina, semasa hidupnya Astori juga pernah membela Cagliari, AC Milan, dan AS Roma.

Eri Irianto

Dari dalam negeri, serangan jantung menewaskan mantan pemain Persebaya Surabaya Eri Irianto. Saat itu usianya masih 26 tahun.

Eri tumbang saat tengah bertanding di lapangan melawan PSIM Yogyakarta pada 3 April 2000, di Stadion Gelora Sepuluh November, Tambaksari, Surabaya. Ia sempat bertubrukan dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga.

Eri sempat dilarikan ke rumah sakit dan bertahan selama beberapa jam. Namun, nyawanya tak tertolong pada malam harinya dan ia dinyatakan terkena serangan jantung.