40 Persen Satuan Pendidikan di Sinjai Belum Layak Tatap Muka – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

40 Persen Satuan Pendidikan di Sinjai Belum Layak Tatap Muka

  • Bagikan

BONEPOS.COM, SINJAI – Terkait Surat Keputusan Bersama (SKB) dari pemerintah pusat melalui empat Menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19, ditanggapi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa.

Andi Jefri mengatakan, meski dalam surat keputusan bersama dari pemerintah pusat tersebut, pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk menentukan pembelajaran tatap muka, namun ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan yang ada di daerah khususnya di Kabupaten Sinjai sebelum hal tersebut diberlakukan.

“Diantaranya, akses pelayanan kesehatan, akses transportasi yang aman, sarana dan prasarana yang ada di sekolah, hingga adanya persetujuan dari orang tua siswa. Syarat ini merupakan daftar periksa berdasarkan rekomendasi SKB dari empat Menteri,” sebut Andi Jefri saat menjadi pembicara dalam dialog mengupas seputar pendidikan yang berlangsung di studio PJJ Macca SDN 3 Sinjai, Senin (23/11/2020).

Baca Juga  Pupuk Subsidi Kian Mahal, Segini Harganya

“Jika semuanya ini dapat terpenuhi, maka diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan catatan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat,” sambungnya.

Sedangkan, untuk sarana dan prasarana yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan, seperti sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, memiliki alat pengukur suhu dan disinfektan.

Proses belajar mengajar tatap muka hanya diperbolehkan untuk satuan pendidikan yang telah memenuhi daftar periksa. Ada enam poin daftar periksa atau ceklis yang harus dipenuhi oleh sekolah, jika salah satunya tidak terceklis maka sekolah itu tidak boleh melaksanakan belajar tatap muka.

“Pembelajaran tatap muka di semua sekolah hanya diperbolehkan pada saat sudah memenuhi ceklis daftar periksa,” jelasnya.

Baca Juga  Kasus Ke 19 Warga Bone Positif Corona, Pria 25 Tahun

Andi Jefrianto menambahkan, hingga saat ini sekitar 60 persen satuan pendidikan yang ada di Sinjai yang sudah memenuhi persyaratan yang dimaksud dan dalam waktu satu bulan ini pihaknya mendorong seluruh sekolah untuk memenuhi syarat tersebut, agar seluruh sekolah di Kabupaten Sinjai kembali dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Kita masih ada waktu sekitar satu bulan bagi satuan pendidikan untuk memenuhi item yang menjadi persyaratan dalam daftar periksa tersebut, dan kita terus mendorong jika ingin diberlakukan pembelajaran tatap muka tersebut,” ungkapnya.

Diketahui, dalam SKB tersebut, pemerintah pusat memberikan kewenangan penuh kepada Pemerintah Daerah/Kanwil/Kantor Kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangan masing-masing. Pemberian kewenangan penuh tersebut berlaku mulai semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021, di Januari 2021. (fan/ril)

Temukan Kami:
  • Bagikan