Soal Dokter Fadli, Akademisi: Bukti Wawali Bukan Ban Serep!

BONEPOS.COM, JAKARTA - Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan), mampu melanjutkan performa prima pada Debat Publik Seri II Pilwalkot Makassar 2020 di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Dibandingkan tiga paslon lain, pasangan doktor dan dokter itu terlihat paling unggul karena kompak dan menguasai materi.

Akademisi salah satu kampus Politeknik di Makassar, Anugerah Amir, menyampaikan debat publik jilid II berlangsung cukup menarik dan bisa mengeksplorasi visi misi dan program paslon dengan baik.

Dari situ, publik dapat menilai paslon, khususnya dari aspek reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan dan ekonomi yang menjadi tema debat.

*_diawal debat terlihat semua paslon menyampaikan program masing-masing dengan gaya retorika dan model komunikasi publik yang memiliki ciri dan typical khas masing-masing._*

Dalam penilaian Anugerah, Dilan *_menjadi_* paslon yang patut mendapat nilai plus pada debat publik jilid II.

Pasangan representasi Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama itu paling unggul. Keunggulan yang paling mencolok terlihat dari kekompakan Deng Ical (Syamsu Rizal) dan Dokter Fadli dalam mengeksplorasi program.

Menurut pria yang akrab disapa Anjas ini, Deng Ical dan Dokter Fadli pada debat jilid II benar-benar menunjukkan dan memberi contoh tentang soliditas dan kekompakan. Performa mereka sangat baik, dimana mereka saling melengkapi, saling mengisi dan saling berbagi pada setiap sesi debat, mulai awal hingga akhir.

"Performa Dilan pada debat publik jilid II *_terlihat seperti_* dwitunggal. Deng Ical dan Dokter Fadli sangat kompak, mereka saling berbagi dan melengkapi dari awal hingga akhir. Itu tentunya akan menjadi nilai plus bagi penilaian publik di luar dari penguasaan materi dan program yang solutif," jelas eks aktifis 98 ini, Selasa (24/11/2020).

Lebih jauh, Anugrah mengungkapkan, penampilan Dilan pada debat jilid II membuktikan bahwa wali kota dan wakil wali kota idealnya merupakan satu kesatuan. Tidak akan baik bila salah satunya hendak mendominasi. Performa Dilan itu juga mematahkan stereotipe terkait wakil hanyalah ban serep dari pimpinan atau kepala daerah.

"Kalau kita lihat permorfa Dilan pada debat jilid II, ya mereka membuktikan bahwa wawali (wakil wali kota) bukan sekadar ban serep. Sukses yang sama mereka torehkan di Debat Pertama. Terlihat Deng Ical memberikan ruang dan kesempatan bagi Dokter Fadli dan itu mampu dibayar tuntas dengan penampilan positif dari keduanya," tukasnya. (rls)