Ade Fariq Ashar Jadi Nakhoda Komisi Irigasi Bone, Ini Tantangannya

BONEPOS.COM, BONE - Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, secara resmi mengukuhkan pengurus Komisi Irigasi Kabupaten Bone.

Gelaran pengukuhan sekaligus sosialisasi rencana kerja Komisi Irigasi Kabupaten Bone dipusatkan di Ball Room Makassar Toraja salah satu hotel, Jl Ahmad Yani Watampone, Rabu (2/12/2020).

Komisi Irigasi adalah salah satu lembaga koordinasi dan komunikasi antara wakil pemerintah Kabupaten Bone, wakil Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan wakil pengguna jaringan irigasi lainnya.

Kepala Bappeda Bone Ade Fariq Ashar, selaku Ketua Komisi Irigasi menyampaikan, kelembagaan pengelolaan irigasi (KPI) bertujuan mewujudkan swasembada pangan, serta terpeliharanya irigasi dan ketersediaan air dapat terjaga.

"Pada RPJMD salah satu prioritas Kabupaten Bone telah memasukkan bendungan Sanrego sebagai irigasi teknologi modernisasi di masa yang akan datang," ungkap Ade Fariq.

"Bukan itu saja, dari aspek gender kelembagaan GP3A ataupun P3A sebaiknya melibatkan 30 persen perempuan dalam kepengurusan demi pemberdayaannya," terang Ade Fariq.

Dalam sambutannya Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menyampaikan, dalam pandemi Covid-19, kegiatan yang dilaksanakan harus menjadi teladan terutama senantiasa mengedepankan protokol kesehatan.

"Komisi Irigasi menjadi perpanjangan Pemerintah bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air dan pengguna irigasi lainnya," kata Bupati Fahsar.

Menurutnya, Komisi Irigasi ini bersifat koordinatif dengan membantu Bupati dalam merumuskan kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi fungsi irigasi, merumuskan pola tanam dan rencana tahunan pembagian dan pemberian air irigasi bagi pertanian serta kebutuhan lainnya, dan memberikan pertimbangan mengenai izin alih fungsi lahan beririgasi.

"Kita tidak ingin Komisi Irigasi ini hanya sekadar papan nama saja, namun Komir ini harus diberdayakan," ujar Bupati.

"Harapan kita, Komisi Irigasi harus berbanding lurus dan eksis yang dicapai, kalau sebelum dikukuhkan Kabupaten Bone mendapatkan peringkat ke 7 Kabupaten penghasil beras se-Indonesia, maka selanjutnya setelah ini dilakukan pengukuhan peringkat tersebut bisa menjadi lebih baik," tutup Andi Fahsar.

Hadir dalam pengukuhan Komisi Irigasi diantaranya, Wakil Bupati Bone, Sekretaris Daerah Bone, Kepala Dinas PSDA, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura dan Perkebunan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Direktur PDAM, dan sejumlah UPT dan PPK dari OPD serta perwakilan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A). (sug/ril)