Modus Baru Pilkada Curang

BONEPOS.COM, KENDARI - Tidak lama lagi, Pilkada Serentak akan digelar. Tinggal menghitung hari kita sampai pada 9 Desember 2020. Apakah kita sudah siap?

Ada tujuh daerah yang menggelar Pilkada serentak di Sulawesi Tenggara. Ruang demokrasi ini harus disiapkan semua pihak agar benar-benar berjalan secara demokratis.

Salah satu indikatornya, adalah pemilih merasa merdeka dalam menggunakan hak pilihnya. Tidak tertekan ataupun terintimidasi ketika menyalurkan hak pilihnya di TPS nanti. Karena kita yakini bahwa setiap warga negara memiliki hati nurani untuk menentukan soal dukungan pada figur tertentu.

Mendekati hari H pemungutan suara, banyak modus yang digunakan pihak tertentu untuk mengintimidasi pilihan masyarakat. Salah satunya, adalah dengan cara menahan KTP-el masyarakat. Mereka meminta KTP-el dengan iming-iming bantuan. Entah apa motivasinya mereka melakukan hal ini?

Yang jelas, KTP-el merupakan syarat wajib bagi pemilih dalam menggunakan hak pilihnya. Dan bisa jadi, modus di atas menjadi syarat hilangnya hak suara seseorang.

Soal KTP elektronik, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pernah mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan data kependudukan berbasis elektronik, dalam hal ini, e-KTP, sebagai dasar daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu.

Selanjutnya 1 2 3