Terpapar Covid-19, Bupati Bantaeng Banjir Doa, Ini Kata Ketua NU

BONEPOS.COM, BANTAENG - Doa untuk kesehatan Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin yang dinyatakan terpapar Covid-19 terus berdatangan. Sejumlah netizen beramai-ramai menyampaikan doa agar bupati bergelar doktor pemerintahan itu segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Ada beragam cara netizen menyampaikan doanya. Berbagai perwakilan lembaga dan komunitas ada yang flyer untuk disebarkan di media sosial. Ada juga yang menyampaikan langsung melalui akun Fanpage Bupati Bantaeng @ilhamsyahazikin73.

Sebagian besar masjid di Kabupaten Bantaeng juga ramai-ramai mendoakan Ilham Azikin agar segera pulih. Lantunan doa ini kebanyakan disampaikan usai pelaksanaan salat Jumat.

Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Bantaeng, Muhammad Ahmad Jailani mengakui hal itu. Dia mengatakan, banjir doa kepada Bupati Bantaeng ini adalah bukti jika Ilham Azikin adalah sosok pemimpin yang dicintai oleh masyarakatnya.

"Ini adalah salah satu bukti bahwa masyarakat Bantaeng mencintai pemimpinnya," ungkapnya.

Dia mengatakan, dalam Islam memang diajarkan untuk saling mendoakan dalam kebaikan. Termasuk juga untuk senantiasa mendoakan pemimpin yang sedang tertimpa musibah.

"Agar beliau (Bupati, red) diberi kesehatan dan kembali bekerja untuk memimpin masyarakat menuju kebaikan," jelasnya.

Sekadar diketahui, Bupati Bantaeng, Ilham Azikin dinyatakan terpapar Covid-19 setelah melalui serangkaian tes PCR, Kamis, 3 Desember 2020. Sesuai anjuran dokter, dia disarankan untuk isolasi mandiri selama 14 hari ke depan.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng terus melakukan upaya tracking kontak. Selain itu, petugas Dinkes Bantaeng juga menyemprot cairan disinfektan ke seluruh ruangan di Kantor Bupati Bantaeng. Upacaya sterilisasi ini dilakukan setelah Bupati Bantaeng, Ilham Azikin dilaporkan terinfeksi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bantaeng, dr. Andi Ihsan berujar, penyemprot dilakukan untuk mensterilkan seluruh ruangan setelah Bupati dinyatakan terinfeksi.

"Untuk pencegahan dan memutus mata rantai penularan covid-19," ujarnya melalui rilisnya.

Selain kantor bupati, petugas juga melakukan penyemprot di seluruh kantor SKPD.

"Semuanya sudah dilakukan, itu sudah agenda rutin dek," tuturnya.

Dia menyebut, setelah Bupati terpapar covid-19, maka protokol kesehatan di kantor Bupati maupun di SKPD itu semakin diperketat."Sudah mengintruksikan untuk lebih lebih memperketat pelaksanaan protokol kesehatan dimanapun tempatnya, termasuk di kantor-kantor," pungkasnya. (ril)