Menilik Budaya Aneh Bangsawan Mesir Kuno

BONEPOS.COM - Mesir, merupakan negara yang penuh dengan sejarah kuno yang mengagumkan. Di bawah ini mengulik kembali fakta-fakta mengenai budaya Bangsawan Mesir dimasa lampau.

Yuk, kita mengenal lebih dekat dengan bangsawan-bangsawan di zaman kuno beserta kebiasaan anehnya. Disimak, ya!

1. Menggunakan sepatu hak tinggi untuk pria

Menggunakan sepatu yang memiliki hak tinggi atau high heels rupanya sudah menjadi kebiasaan rutin yang dilakukan oleh para bangsawan Eropa di zaman dulu. Namun, di zaman dulu pria justru lebih sering tampak menggunakannya dibanding wanita. Laman Ancient Origins mencatat bahwa pemakaian sepatu hak tinggi oleh pria di zaman dulu dilakukan untuk tujuan praktis.

Yup, hak tinggi pada sepatu di zaman dulu bukan hanya sekadar menonjolkan estetika semata. Sebaliknya, justru hak tinggi yang dipasang pada sepatu akan melindungi sepatu mahal mereka dari lumpur dan tanah yang mungkin akan menempel dan sulit untuk dibersihkan. Oh ya, zaman dulu sepatu hak tinggi juga disesuaikan dengan pijakan kaki di atas kuda mereka.

Sejarawan menyatakan bahwa kemungkinan besar pemakaian sepatu hak tinggi pada pria sudah dilakukan pada tahun 200 Sebelum Masehi oleh bangsawan Yunani. Nah, pada saat itu, tinggi atau rendahnya hak pada sepatu merupakan simbol bagi strata sosial mereka. Sejak era 1800-an, pemakaian sepatu hak tinggi pada pria sudah mulai ditinggalkan karena sepatu sudah mulai dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang kuat dan mudah dibersihkan.

2. Syarat kebiri bagi pekerja di lingkungan kerajaan

Kekaisaran Tiongkok di zaman dulu pernah memiliki kebiasaan aneh, yakni memberlakukan syarat kebiri bagi kasim atau pelayan yang akan bekerja di lingkungan kerajaan Tiongkok. Ditulis dalam laman Ancient, para pekerja istana seperti kasim merupakan pekerja yang lambat laun mendapatkan kepercayaan dari kaisar dan akan mendapatkan gelar bangsawannya sendiri.

Kasim yang bekerja di lingkungan kerajaan - secara menyedihkan - rupanya juga telah melalui tahap atau syarat berat, yakni kebiri alias menghilangkan kesuburan. Syarat aneh tersebut dilakukan agar lingkungan dalam istana selalu kondusif. Ya, dengan kebiri, para kasim tidak akan menjadi perayu wanita pada saat mereka berada di istana kaisar. Bahkan, dengan statusnya tersebut, kasim yang sudah dikebiri menjadi pelayan raja yang paling dipercaya.

Namun, dengan jabatan bangsawan yang bisa melekat dalam dirinya, kasim masih menjadi profesi yang dianggap negatif di kalangan masyarakat awam. Ada banyak kalangan menilai bahwa kebiri yang dilakukan pada kasim sangat tidak manusiawi dan itu telah merendahkan derajat seorang pria.

3. Perkawinan sedarah

Tentu perkawinan sedarah (inses) merupakan hal yang dilarang oleh hampir semua negara di dunia. Bahkan, hal ini juga merupakan hal yang sangat dianggap tabu dan tak layak dilakukan oleh manusia. Namun, nyatanya, di zaman dulu pernah ada kebiasaan inses di Mesir kuno yang dilakukan oleh bangsawan.

Jika saat ini perkawinan saudara merupakan pelanggaran hukum, di zaman Mesir kuno hal tersebut dinilai wajar dan bahkan termasuk dalam ritual pribadi mereka dengan dewa dan dewi Mesir di zamannya. Sebuah jurnal sains yang diterbitkan oleh University College London menyatakan bahwa perkawinan sedarah atau inses memang kerap dilakukan di zaman Mesir kuno oleh kalangan atas, biasanya bangsawan atau bahkan raja.

Ilmuwan menyatakan bahwa kasus inses yang terjadi di zaman Mesir kuno mungkin berkaitan dengan ritual dan juga kebiasaan yang dianggap wajar di kalangan kaum ningrat. Studi dan penelitian modern membuktikan bahwa ada banyak DNA mumi yang dulunya merupakan keturunan atau hasil dari perkawinan sedarah.

4. Jarang mandi sampai bau badan

Ada sebuah kebiasaan aneh dan jorok yang dulu pernah dilakukan oleh beberapa raja dan bangsawan di tanah Eropa. Kebiasaan tersebut adalah jarang mandi yang tentu saja menyebabkan bau badan mereka sangat tidak enak. Untuk menutupi bau badannya, mereka akan menggunakan parfum sebanyak-banyaknya, meskipun hal ini terkadang masih kalah dengan bau badan mereka sendiri.

Dilansir laman History, beberapa raja dan kalangan bangsawan di zaman dulu memang jarang menjaga kebersihan, meskipun mereka bergelimang harta. Raja Louis XIV misalnya, ia mengaku bahwa ia hampir tidak pernah mandi selama hidupnya. Bahkan, konon katanya Marie Antoinette hanya mandi sekali dalam sebulan. Ada juga kisah dari Raja James I dari Inggris yang sangat jarang mandi sampai-sampai ditemukan banyak kutu bersarang di kamarnya.

Namun, menurut studi yang dilakukan oleh sejarawan, kebiasaan jarang mandi tersebut tidak dilakukan oleh semua bangsawan di zamannya. Justru, ada lebih banyak raja yang mandi setiap hari dibandingkan dengan raja yang tak pernah mandi. Bagaimana pun, penelitian ini membuktikan bahwa di zaman dulu, ada banyak bangsawan Eropa yang memiliki kebiasaan aneh dan jorok.

5. Menggunakan kosmetik dari kotoran buaya

Kotoran buaya pernah menjadi komoditas yang cukup berharga mahal di zaman dulu. Ya, orang-orang yang mayoritas dari kalangan bangsawan di Yunani dan Mesir kuno pernah menggunakan kotoran buaya untuk dijadikan kosmetik. Mereka percaya bahwa kotoran buaya memiliki khasiat kuat untuk melawan penuaan dan membantu kulit tetap cerah.

Biasanya, kotoran buaya akan dicampur dengan lumpur dan beberapa bahan khusus lainnya sebagai ramuan yang bisa digunakan untuk merawat kulit dan tubuh. Bahkan, konon katanya raja dan ratu di Yunani, Romawi, dan Mesir kuno akan menggunakan susu domba dan kotoran buaya untuk perawatan tubuh mereka.

Kebiasaan aneh tersebut tentu tidak dibenarkan di zaman modern ini. Secara medis, kotoran hewan justru mengandung banyak parasit, virus, dan bakteri yang bisa merugikan kesehatan. Namun, terbukti bahwa zaman dulu ada banyak kebiasaan di luar nalar yang biasa dilakukan oleh kalangan kelas atas di dunia.

Itulah beberapa kebiasaan aneh yang pernah dilakukan oleh para bangsawan Mesir di dunia pada zaman dulu. Semoga artikel ini dapat memperkaya wawasan kamu, ya!