Kasihan, 10 Bulan Insentif Satgas Covid-19 Bulukumba Tidak Dibayar

  • Bagikan
Foto: ilustrasi

BONEPOS.COM, BULUKUMBA – Insentif petugas Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang menangani proses pemulasaran jenazah pasien virus Corona (Covid-19), tercatat mulai Maret 2020, hingga kini belum terealisasi.

Hal itu diungkapkan salah seorang petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Bulukumba yang enggan disebutkan namanya.

Dia menjadi bagian dari Satgas Covid-19 bagian pemulasaran jenazah, dengan mangantongi surat tugas yang berlaku sejak Maret 2020.

Selama bekerja dengan timnya, dia mengaku sudah terhitung enam pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dimakamkan.

Kata dia lagi, setiap kali tim pemulasaran selesai melakukan tugasnya. Mereka langsung menandatangani lembaran berupa daftar penerima jasa yang tertulis sejumlah dana yang seharusnya diterima.

“Tapi sampai sekarang kami belum menerima sepeser pun,” curhatnya pada Boneposcom saat ditemui, Minggu (20/12/2020).

Menurut data yang dibeberkan, terdapat enam nama yang masuk dalam tim petugas pemulasaran, yang berhak mendapatkan insentif sebesar Rp500 ribu per orang setiap kali pemakaman.

Selain itu, insentif petugas piket yang harusnya diterima setiap kali lepas jaga sebesar Rp100 ribu. Juga sudah mandek.

“Jadi kami berjaga 1 kali 24 jam kemudian langsung terima honor. Tapi mulai Juli tidak ada lagi,” ungkapnya.

Bukan tidak ada upaya mencari kepastian atas hak yang harus mereka terima. Dia mengaku, telah beberapa kali menanyakan langsung kepada bagian yang bersangkutan yakni bendahara Satgas Covid-19. Namun, hasilnya nihil. Mereka hanya dijanji waktu tanpa terealisasi.

Saat dikonfirmasi soal itu, Jubir Satgas Covid-19 Bulukumba, Andi Buyung Saputra mengakui hal tersebut.

Kata Andi Buyung, anggaran untuk pemulasaran jenazah dan penguburan memiliki kendala. Sebab Pejabat Pelaksanan Teknis Kegiatan (PPTK) yakni Dinas Kesehatan, mengundurkan diri.

“Sehingga untuk pencairan anggarannya kita menunggu petunjuk dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” ujar Andi Buyung saat dikonfirmasi Boneposcom, melalui pesan WhatsApp, Minggu (20/12/2020).

Namun lanjutnya, pihaknya akan mengupayakan untuk segera merealisasikan. Intinya kata Buyung, jika telah ada hasil koordinasi dengan pihak BPKP maka segera akan dibayarkan. (kia/ril)

  • Bagikan