Gibran Terseret Kasus Korupsi Bansos, Begini Kronologinya – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Gibran Terseret Kasus Korupsi Bansos, Begini Kronologinya

  • Bagikan

BONEPOS.COM – Nama Gibran Rakabuming Raka bin Jokowi terseret dalam kasus korupsi dana bansos COVID-19 yang dilakukan oleh Mensos Juliari Batubara

Putra sulung Presiden Indonesia yang baru saja memenangkan Pilkada Solo dikabarkan merekomendasikan PT Sri Rezeki Isman (Sritex) dalam pengadaan goodie bag bansos untuk Kementerian Sosial.

Akan tetapi, Gibran bergerak cepat meresponnya dengan mengatakan bahwa tudingan itu tidak benar. Gibran bahkan menantang pihak-pihak yang berwenang terutama KPK agar bisa membuktikan apakah dirinya terlibat korupsi atau tidak.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut dirangkum kronologi mencuatnya nama Gibran dalam pusaran kasus korupsi dana bansos.

1. Beawal dari Mensos Juliari Batubara

Mensos Juliari Batubara telah ditangkap KPK dan ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelewengan dana bansos COVID-19. Kasus yang menjerat kader PDI Perjuangan ini kemudian terus didalami KPK hingga menyeret sejumlah tokoh.

Juliari ditetapkan sebagai tersangka korupsi bantuan sosial Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020. Politisi Partai PDI Perjuangan itu diduga mendapatkan jatah atau fee sebesar Rp 10 ribu per paket bansos.

2. Terseret Setelah Hasil investigasi Majalah Tempo

Investigasi Majalah Tempo setelah terungkapnya kasus Mensos Juliari Batubara menyeret Gibran Rakabuming Raka dalam korupsi tersebut.

Baca Juga  Anggota Kompolnas Dilantik Presiden Jokowi, Ini Daftarnya

Gibran yang juga berasal dari partai banteng itu disebut-sebut telah merekomendasikan PT Sri Rezeki Isman (Sritex) dalam pengadaan goodie bag bansos untuk Kementerian Sosial.

“Menurut dua anggota staf tersebut, masuknya nama Sritex merupakan rekomendasi putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka ‘Itu bagian anak Pak Lurah’” demikian laporan Majalah Tempo seperti dikutip Suara.com.

Namun, pemberitaan Majalah Tempo langsung ditepis Gibran dan menegaskan hal itu hanya fitnah belaka.

“Saya tidak pernah merekomendasikan atau memerintah dan ikut campur dalam urusan bansos. Silahkan dikroscek ke KPK,” kata Gibran seperti dikutip dari SuaraSurakarta.id, Senin (21/12/2020)

3. PT Sritex akui terima pesanan goodie bag dari Kemensos

Meski Gibran menyangkal berita Majalah Tempo, PT Sritex melalui Corporate Communication Head, Joy Citradewi tidak menampik adanya pesanan goodie bag untuk keperluan bansos dari Kemensos.

“Inquiry tersebut diterima oleh pihak marketing kami langsung dari Kemensos dan telah diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegas Joy, Senin (21/12/2020).

Namun Joy menegaskan, pihaknya mengklarifikasi bahwa tudingan yang beredar mengenai adanya rekomendasi dari Gibran Rakabuming tidak benar.

Baca Juga  PSSI Bikin Ulah di Twitter, Akun Kami Disalahgunakan

“Kami menghormati proses hukum dan berharap isu ini dapat segera dituntaskan dengan baik,” ucapnya.

4. Tagar #TangkapAnakPakLurah menggema di Twitter

Setelah ramai dibicarakan, tagar #TangkapAnakPakLurah untuk menyinggung Gibran trending di Twitter.

Dari pantauan Suara.com, Senin (21/12/2020), tagar tersebut telah ramai diperbincangkan di linimasa Twitter sejak Minggu (20/12/2020).

Hingga Senin siang, tagar tersebut masih menduduki posisi teratas daftar trending topic Twitter.

Setidaknya ada lebih dari 48 ribu cuitan menggunakan tagar #TangkapAnakPakLurah memenuhi linimasa Twitter.

5. Gibran, Kalau Mau Korupsi yang Lebih Besar 

Selain menegaskan bahwa dirinya difitnah dan tidak terlibat dalam korupsi dana bansos, Gibran berseloroh ingin korupsi yang lebih besar seandainya benar dia melakukannya.

“Saya enggak pernah seperti itu. Kalau mau korupsi ya yang lebih besar dong. Tapi enggak saya nggak,” ungkapnya.

Sementara itu sampai artikel ini ditulis, Jubir KPK, Ali Fikri mengaku akan terus mendalami kasus yang mencatut Gibran Rakabuming Raka.

“Kami memastikan bahwa setiap informasi tentu akan digali dan dikonfirmasi kepada para saksi-saksi yang dipanggil dan diperiksa oleh tim penyidik KPK tersebut,” kata Ali saat

 

Temukan Kami:
  • Bagikan