13 Fakta Kasus TKW 20 Tahun Diperkosa dan Dibunuh di Malaysia, Dikenal Aktif TikTok

BONEPOS.COM, MALAYSIA - Kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap tenaga kerja wanita (TKW), di Klang, Selangor, Malaysia, Rabu (23/12/2020), terus bergulir.

Berikut sejumlah fakta yang berhasil dihimpun atas kasus ini;

1. Berdasarkan penelusuran Indozone.id, perempuan muda yang menjadi korban berinisial KHS. Umurnya 20 tahun. Namun di media sosial, Ia memakai nama Lisa Sirait.

2. KHS berasal dari Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

3. Di Malaysia, KHS bekerja di sebuah kilang (pabrik) bersama sang kakak.

4. Bersama sang kakak, KHS tinggal di kompleks perumahan di Jalan Sri Sarawak 18, Taman Sri Andalas, Klang.

5. Pelaku pembunuh KHS diketahui seorang asal Langsa, Aceh. Dikabarkan, pelaku kini telah diamankan kepolisian Malaysia.

6. Kronologi kejadian, KHS diperkosa, dirampok, lalu dibunuh oleh pria asal Aceh itu saat sang kakak pergi membeli makanan.

7. Pelaku pemerkosa dan pembunuh ternyata sudah mengintai korban sebelum kakak KHS pergi ke luar.

8. Begitu kembali ke tempat tinggal, sang kakak histeris menemukan KHS sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.

9. KHS dikenal cukup aktif bermain TikTok. Penelusuran Indozone, sebelum dibunuh, korban sempat mengunggah 8 video di TikTok, termasuk bersama sang kakak. Sejumlah video TikTok-nya dibanjiri ucapan duka cita.

10. Saat ditemukan, KHS sudah dalam keadaan setengah bugil dan ada bekas tikaman di lehernya. Jenazahnya lalu dibawa ke Hospital Tengku Ampuan Rahimah (HTAR).

11. Menurut kakak KHS, Dila Sirait, KHS selama ini dikenal baik hati dan tulang punggung keluarga.

12. Persatuan Kebajikan Aceh Klang, anak cabang dari Persatuan Sosialisasi Ummat Ban Sigom Aceh (SUBA), berencana memfasilitasi kepulangan jenazah KHS ke kampung halamannya di Asahan. Inisiatif Persatuan Kebajikan Aceh Klang ini merupakan bentuk kepedulian, terutama lantaran pelakunya adalah orang Aceh.

13. Ketua Persatuan Kebajikan Aceh Klang, Murdani meminta polisi menghukum pelaku seberat-beratnya. (Indozone.id/red)