Tangkal Hoaks, Pelatihan Jurnalis Masuk Pesantren – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Tangkal Hoaks, Pelatihan Jurnalis Masuk Pesantren

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BULUKUMBA – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya (Lakpesdam) PCNU Bulukumba, terus bergerak. Terbaru, melaksanakan program-program yang inovatif.

Salah satunya, Pelatihan Jurnalis Santri. Melalui gelaran pelatihan itu, Lakpesdam menjadi pemantik untuk mengasah keterampilan Santri dan santriwati Pondok Pesantren As’adiyah Baburahman Galung Beru, Kabupaten Bulukumba, dalam memerangi hoaks.

Kegiatan itu berlangsung sejak, Minggu (27/12/2020) dan berakhir Selasa (29/12/2020).

Dengan mengusung tema ‘Ceria Bersama Sahabat, Kembali Ke Pondok’, diikuti 10 santri dan santriwati sebagai peserta.

Peserta yang ikut didominasi oleh santri-santriwati berusia 10 sampai 17 tahun. Mereka diberi ilmu tentang proses dan cara pembuatan berita. Juga cara membedakan hoaks dan berita yang sesuai fakta.

Baca Juga  Strategi Andi Utta Kendalikan Banjir di Bulukumba Mulai Terasa

Saat dikonfrimasi, Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Bululumba Nur Al Ala menurutkan, pelatihan ini, digelar sebagai wadah belajar bertujuan untuk membekali sejak diri para santri tentang pengetahuan dan keterampilan.

“Ini sebagai bagian dari cara memperkaya media dakwah,” singkatnya saat dikonfrimasi, Selasa (29/12/2020).

Ini juga sebagai proses, lanjut A’la sapaanya, sebagai cara untuk mendorong santri agar mampu berkarya lewat tulisan.

“Karena dengan menulis santri menjadi lebih produktif,” ucapnya lagi.

Dikonfrimasi terpisah, Kepala Pondok Pesantren As’adiyah Baburahman Galung Beru, KH. Rusli merespons baik kegiatan tersebut yang dilaksanakan di pondoknya.

Baca Juga  Sambut Ramadan, GP Ansor Bulukumba Sedekah 1.000 Alquran

Dia tertarik dan akan memasukkan pelatihan jurnalis ke dalam ekstrakulikuler di Ponpesnya. Sebab, menurutnya pelatihan jurnalis mampu menjadi wadah untuk santri dalam mengasah keterampilanbdalam menulis.

Bukan hanya sebagai Da’i, Khatib, dan Hafiz. Akan tetapi, santri bisa menjadi Jurnalis yang kemudian mampu memfilter informasi yang tidak bermanfaat dan menangkal hoaks, sehingga berguna bagi agama, bangsa, dan negara.

“Olehnya itu, ke depan kami berharap pelatihan jurnalis ini diselenggarakan per semester dan dijadikan ekstrakurikuler di pesantren, sehingga santri mampu berkompetisi khususnya di luar Kabupaten Bulukumba,” tandasnya. (kia/ril)

  • Bagikan