Gubernur Sulsel ‘Suntik’ 221 Guru Ngaji di Bone

FOTO: Para guru ngaji ini dalam penyaluran bantuan, wajib mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan mengenakan masker.

BONEPOS.COM, BONE - Sebanyak 221 guru ngaji di Kabupaten Bone, terima uang insentif sebesar Rp1 juta per orang.

Uang insentif tersebut pertama kalinya diberikan kepada guru ngaji yang dipusatkan di Masjid Al-Fatiha Jl. Andalas, Watampone, Sabtu (2/1/2021).

Bantuan tersebut diberikan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulsel bekerjasama BKPRMI Kabupaten Bone.

"Bantuan ini langsung dari Bapak Gubernur sebesar Rp1 juta per guru ngaji. Ini kami perjuangkan dan baru terealisasi tahun ini," kata Wakil Ketua BKPRMI Provinsi Sulsel Zulkarnaen.

Adapun pembagian bantuan tersebut dibagi menjadi dua kelompok untuk para ustaz dan ustazah.

"Bantuan ini totalnya Rp2,5 miliar untuk para guru mengaji se Sulawesi Selatan sebanyak 2.500 guru ngaji dan Bone dapat jatah 221 orang," ungkap Zulkarnaen.

Menurutnya bantuan ini akan berlanjut tahun depan dan jumlah penerima terus ditingkatkan.

"Tahun depan Gubernur Pak Nurdin Abdullah berjanji untuk memberikan insentif kepada 10 ribu guru mengaji," ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Zulkarnaen, data guru mengaji se Sulawesi Selatan agar didata secara ril supaya valid.

Perlu diketahui untuk Sulawesi Selatan tercatat 38 ribu guru ngaji dan Kabupaten Bone kategori terbanyak.

Salah satu guru mengaji bernama Ayu salah satu guru ngaji di TKA/TPA Maddanreng Ulaweng Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, mengaku belum pernah menerima bantuan apapun.

Dengan adanya bantuan ini cukup membantu para guru ngaji di tengah masa pandemi Covid-19, sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas usaha para guru ngaji yang selama ini bekerja tulus ikhlas tanpa pamrih. (sug/ril)