Pesona Bulupadiddo, Keindahan Hamparan Pohon Karet di Bulukumba

BONEPOS.COM, BULUKUMBA - Membahas tempat wisata, Kabupaten Bulukumba surganya. Mulai dari wisata gunung, kolam, bukit, hingga pantai.

Salah satu yang terbaru dan terhits, Puncak Bulupadiddo. Tempat wisata ini berada di Dusun Tamappalalo, Desa Tammatto, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.

Aksesnya lumayan menantang, sepanjang kurang lebih dua kilometer pengunjung akan melewati jalur penurunan, tanjakan juga menukik. Dan ketika hujan turun, jalurnya akan sangat licin dan berbatu. Melewatinya harus ekstra hati-hati.

Tak jarang beberapa orang memilih untuk berjalan kaki. Karena takut melewati jalur naik ke Bulupadiddo.

Namun, lelah akan hilang ketika sudah tiba di puncak. Pengunjung akan disuguhkan pemandangan cantik dan indah. Bukan hanya pesonanya, Bulupadiddo juga memiliki banyak spot foto yang instagrameble tentunya.

Sejauh mata memandang hamparan pohon karet yang hijau menjadi penyejuk hati dan pelebur lelah setelah berjuang melewati jalur yang menantang.

Bulupadiddo tidak pernah sepi pengunjung semenjak dibuka Januari 2020 lalu. Meski sempat ditutup saat PSBB di awal mewabahnya Covid-19, Maret lalu. Wisatawan yang datang juga berasal dari berbagai kalangan. mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Selain spot foto, di puncak tertinggi, kecamatan Ujung Loe ini juga terdapat dua kolam renang yang bisa dinikmati anak-anak dan dewasa.

Salah seorang mahasiswi semester akhir di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengaku takjub dengan pesona keindahan yang diberikan Bulupadiddo.

Dia mengaku sengaja pulang ke Bulukumba demi berkunjung ke Bulupadiddo. Dia juga mengaku wisata di Bulukumba tidak kalah indah dengan destinasi di kota-kota lain.

"Saya rekomendasikan teman-temanku nanti untuk ke sini. Supaya Bulukumba bukan hanya Wisata Biranya yang dikenal," ucapnya saat ditemui di sela-sela swafoto salah satu spot foto di Bulupadiddo

Masyarakat sekitar lokasi juga terkena dampaknya. Ibu Supiah misalnya, semenjak Bulupadiddo beroperasi warungnya dipindahkan ke dalam lokasi wisata. Penghasilannya jauh lebih bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

Selain itu, Darman salah seorang tukang parkir juga mengambil lahan untuk membuka lokasi parkiran kendaraan pengunjung.

Penghasilannya dirasa cukup untuk membuat asap dapur tetap mengepul, jika dibandingkan saat menjadi buruh bangunan.

"Kalau sepi biasa saya dapat Rp40.000, tapi kalau ramai bisa lebih," ceritanya sambil tersenyum. (kia/ril)