Kondisi Pupuk; Langka dan Harga Rp200 Ribu Per Zak

BONEPOS.COM, BULUKUMBA - Memasuki musim tanam, petani di Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk.

Hal itu diungkapkan salah seorang petani, Muhammad Asral (28). Dia bilang, proses pengadaan pupuk kali ini tidak seperti sebelum-sebelumnya. Biasanya, pupuk sudah dibagikan oleh kelompok tani melalui suplayer khusus, jauh sebelum proses tanam benih.

"Biasanya belum melakukan penanaman sudah ada pupuk dibagikan," ucapnya, kepada Boneposcom, Minggu (10/1/2021).

Selain langka, dia juga mengatakan, harga pupuk ZA yang sebelumnya Rp95.000 kini melonjak hingga mencapai Rp200.000 per zak. Itu pun bisa didapatkan dari desa tetangga.

Padahal pupuk ZA atau biasa dikenal dengan pupuk hitam ini yang paling penting untuk pertumbuhan padi.

Lanjut kata dia, semua petani yang masuk dalam kelompok tani, dijamin akan mendapatkan harga yang terjangkau.

Menurut bebernya, ada tiga macam pupuk yang digunakan dalam pertanian, yakni pupuk Phonska, Urea, dan ZA.

"Sekarang pupuk ZA susah ditemui. Dan sekarang meskipun ada, tapi harus dibeli mahal. Ada yang sampai harga Rp200 ribu," keluhnya.

"Kalau dibeli dengan harga mahal. Apa gunanya kelompok tani," tegasnya lagi.

Bukan hanya itu, Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba Fraksi Nasdem, Muh Tamrin juga mengakui itu. Didapilnya, Kajang, Herlang, Bontotiro, hingga saat ini stok pupuk di tingkat pengecer belum tersedia dengan alasan belum ada Drop Out (DO).

Menurutnya, jumlah tanah pertanian produktif dan non produktif tidak berubah naik tapi malah berkurang. Yang sejatinya tidak perlu takut untuk melakukan DO karena alasan takut salah sasaran.

"Persoalan penyesuaian kebutuhan bisa menyusul di kemudian hari Karena faktor darurat kebutuhan saudara kita petani," harapnya. (kia/ril)