Gaji PNS di Sinjai Telat Cair, Ini Penyebabnya

BONEPOS.COM, SINJAI - Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten Sinjai, harus menunggu gaji mereka cair lebih lama.

Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD Sinjai, Andi Bambang yang dilansir di website sinjaikab.go.id, Kamis (14/1/2021), membenarkan hal tersebut, terjadi keterlambatan pembayaran gaji PNS di awal tahun.

Namun khusus tahun ini, kata Andi Bambang, kendala yang dihadapi adalah karena adanya migrasi data dari aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) ke Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang dikelola pemerintah pusat yang membuat para ASN harus mengisi data tambahan.

"Ini yang membuat keterlambatan pembayaran gaji PNS, karena aplikasi ini dinilai belum lengkap dan maksimal, sehingga ada dispensasi untuk saat ini masih menggunakan aplikasi yang lama yaitu SIMDA," ungkapnya.

Namun demikian, Dia memastikan bahwa sejak 11 Januari 2021 hingga saat ini pihaknya sudah menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk 41 tingkat OPD hingga Kecamatan, yang selanjutnya diproses dan diinput oleh pihak Bank Sulselbar untuk ditransfer ke rekening masing-masing ASN.

"Jadi sudah ada 41 OPD sudah kita terbitkan SP2D dan sementara di proses di Bank Sulselbar. Adapun untuk di tingkat kecamatan yang belum selesai SP2Dnya yaitu Kantor Kecamatan Sinjai Barat dan Sinjai Borong, kami sudah konfirmasi dan berkasnya sementara diantarkan ke BPKAD sehingga kita targetkan hari ini semuanya sudah terproses, sesuai deadline yang diberikan oleh Kemendagri harus kita laporkan paling lambat malam ini," jelasnya.

Berdasarkan laporan dari Bank Sulselbar Cabang Sinjai, hingga 13 Januari 2021 kemarin sudah ada 26 OPD yang sudah ditransfer ke rekening masing-masing ASN dan selebihnya diproses pada hari ini.

"Untuk yang diproses hari ini laporannya kita tunggu besok dan saya kira Bank Sulselbar sementara memprosesnya juga hari ini karena itu tidak membutuhkan waktu yang lama," ujarnya.

Adapun kendala lain, Andi Bambang menambahkan dikarenakan salah seorang Pegawai BPKAD yang menangani pencairan gaji PNS ini terkonfirmasi positif Covid-19 hasil swab massal beberapa hari yang lalu sehingga pelayanan pada tanggal 13 Januari kemarin kurang maksimal.

Sedikitnya anggaran yang disiapkan untuk membayar gaji PNS di Sinjai yang berjumlah sekitar 5 ribu orang ini berkisar Rp21 miliar setiap bulannya. (fan/ril)