Sepekan di RS Tanpa Kepastian, Bocah Penderita Tumor Mata Ratapi Nasib Bareng Ibu – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Sepekan di RS Tanpa Kepastian, Bocah Penderita Tumor Mata Ratapi Nasib Bareng Ibu

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BULUKUMBA – Sudah sepekan Algazali Firdaus berada di ruang perawatan Melati nomor 209 RS Sultan Dg. Radja, Kabupaten Bululumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Tanpa kepastian.

Saat ditemui Bonepos.com, Algazali Firdaus sedang terlelap di atas kasur. Di sebelahnya, seorang perawat sedang membantu memasukkan susu ke dalam selang yang masuk melalui hidung Firdaus. Sejak dirawat, bocah malang itu harus minum dan makan lewat hidung.

Ibu Firdaus, Hasnawati mengaku terpaksa membawa Algazali Firdaus ke Makassar jika tidak ada kepastian dari pihak RS Bulukumba. Sebab kata dia, sudah sejak Senin (11/1/2021), Algazali diharuskan untuk dirujuk demi menjalani proses operasi.

“Saya takut tambah parah kasian. Apalagi bengkaknya sudah semakin melebar sampai alis,” keluhnya saat ditemui Boneposcom, sore tadi, Kamis (14/1/2021).

Apalagi kata perempuan 30 tahun itu, sejak awal Firdaus dirawat, dokter mata belum pernah datang memeriksakan keadaan bocah 5 tahun itu.

Baca Juga  Personel Brimob Bone Ditarik dari Bulukumba, Ada Apa?

“Tidak pernah datang dokter mata. Dokter anak ji,” bebernya.

Saat dikonfirmasi, Direktur RS Sultan Dg. Radja, dr. Rizal SpOG berujar, keterlambatan proses rujukan Algazali Firdaus disebabkan karena tidak memiliki surat jaminan kesehatan, baik surat Badan Penyelenggara Jaminan Sehat (BPJS) maupun Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

“Belum dirujuk karena tidak ada kartu jaminan pelayanan kesehatannya. Mau dirujuk dia masuk pasien umum. Tidak ada biayanya kasian,” ucapnya.

Kendati demikian, kata dr. Rizal, pihak RS kabupaten Bulukumba tetap memberikan perawatan maksimal. Perawatan dari status anak dan perawatan bagian mata.

“Di sini kita tidak dibebani biaya perawatannya. Tidak dipungut biaya apapun,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas RSUD Kabupaten Bulukumba, Gumala Rubiah juga menjelaskan, jika Algazali tidak mampu dengan bukti SKTM dari pemerintah setempat dan rekomendasi Dinas Sosial, maka pemerintah daerah akan menanggung pembiayaan.

Baca Juga  Wabup Hadiri Paripurna Penetapan Dua Ranperda, Diantaranya Ranperda Prakarsa DPRD

“Tapi kalau tidak terdaftar maka ini bisa menjadi kebijakan RS Bulukumba untuk menjalankan fungsi sosialnya,” tegasnya.

Sejauh ini, lanjut Gumala sapaannya, pihak RS sedang fokus untuk menangani gizi buruk dan infeksi paru yang dialami Algazali Firdaus. Melalui perawatan khusus dan rutin setiap hari.

“Perawatan hari ke 6 masih diberi anti biotik cepotaxim 500 mg/ 12 jam dan genta micin, pasang Ngt sonde susu dan bubur saring,” rincinya.

Usia Algazali Firdaus yang berumur empat tahun 8 bulan itu tidak sesuai dengan Berat Badannya (BB) yang hanya 10 kg. Makanya kata dia, Algazali terdiagnosa gizi buruk

Sebab kata dia, penyembuhan pasca operasi sangat dipengaruhi juga oleh status gizi dan infeksi.

“Ditangani dulu itu. Bukan berarti tidak dirujuk, tidak ada penanganan,” terangnya. (kia/ril)

  • Bagikan