Instruksi Khusus Pangdam Hasanuddin Sikapi Cuaca Ekstrem, Ini Atensinya

BONEPOS.COM, BONE - Personel Korem 141/Toddopuli Balakrem Beserta PNS Korem melaksanakan Upacara Bendera dengan tetap mengikuti protokol kesehatan bertempat di Lapangan Apel Makorem 141/Toddopuli, Jl. Jenderal Sudirman No. 9 Watampone, Senin (18/1/2021).

Hadir sebagai Irup Kasi Pers Kasrem 141/Toddopuli Kolonel Arm Yani Ari Sasongko(18).

Dalam amanat Pangdam XIV/Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka, S.E., yang dibacakan Kasi Pers Kasrem 141/Tp mengatakan Upacara Bendera Tujuh Belasan yang dilaksanakan setiap bulan, dimaksudkan untuk melestarikan tradisi kejuangan dan rasa patriotisme yang diwariskan oleh para pendiri bangsa yang dicintai bersama.

"Sekaligus sebagai sarana komunikasi yang efektif bagi pimpinan untuk menyampaikan harapan dan kebijakan, demi kelancaran serta kesuksesan pelaksanaan tugas pokok Kodam XIV/Hasanuddin," jelas Yani.

“Sampai saat ini, pemerintah masih terus berupaya mengatasi pandemi Covid-19, dengan cara melakukan penegakan pendisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakat, dan setelah melakukan proses yang panjang, akhirnya vaksinasi dapat terlaksana secara nasional, sebagaimana yang telah dimulai pada 13 Januari 2021, dan akan diikuti oleh para pimpinan daerah di seluruh wilayah Indonesia sebelum diberikan kepada para tenaga kesehatan pada tahap awal ini,” lanjutnya.

Diketahui bersama, saat ini kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia termasuk wilayah Kodam XIV/Hasanuddin cukup ekstrem. Kondisi ini sangat rawan dan berpotensi besar terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gempa bumi yang dapat mengakibatkan timbulnya kerugian, baik personel maupun materiil seperti gempa bumi yang baru-baru ini terjadi pada 14 Januari 2021 di Kabupaten Pinrang dan 15 Januari 2021 di Kabupaten Mamuju.

“Sehubungan dengan hal tersebut, saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk melaksanakan langkah-langkah preventif serta menyiapkan satuan dan personelnya terhadap segala kemungkinan terjadinya bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi," beber Kasi Pers. (ril)