Evakuasi Pencairan Korban Sriwijaya Air SJ-182 Dilanjutkan

  • Bagikan

BONEPOS.COM – Informasi terbaru, kabarnya Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan (Basarnas) memperpanjang operasi pencarian dan evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, selama tiga hari hingga 20 Januari 2021

Sejauh ini Crash Survivable Memory Unit (CSMU) dari black box jenis Cockpit Voice Recorder (CVR) belum ditemukan. Selain itu, korban Sriwijaya SJ 182 juga belum semua berhasil ditemukan.

“Operasi SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 kami perpanjang lagi selama tiga hari,” kata Kepala Basarnas Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (18/1).

Basarnas dan sejumlah instansi menetapkan operasi pencarian korban Sriwijaya SJ 182 selama tujuh hari sejak pesawat tersebut jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

Baca Juga  Hasil Akhir Liga 1 : PSS Sleman Vs Borneo FC

Operasi SAR gabungan itu seharusnya berakhir pada Jumat (15/1) lalu. Karena misi pencarian belum selesai operasi pun diperpanjang dengan selama tiga hari.

“Fokus kami adalah menemukan human remain, semakin banyak maka akan mempermudah tim DVI dalam mengidentifikasikan korban,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bagus mengatakan dalam pencarian hari ke-10 ini pihaknya telah menerima sebanyak 310 kantong jenazah yang berisi potongan tubuh manusia. Kemudian 60 kantong kecil yang berisi serpihan badan pesawat, dan 55 puing pesawat berukuran besar yang tak dapat dimasukkan ke kantong.

Potongan tubuh korban itu langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Sementara serpihan pesawat diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca Juga  Alpa 10 Tahun, Tim Voli Indonesia Rebut Medali Emas di SEA Games 2019

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak jatuh setelah hilang kontak pada Sabtu (9/1). Tim SAR gabungan hingga saat ini masih melakukan evakuasi terhadap puing-puing pesawat dan bagian tubuh korban di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Salah satu bagian kotak hitam, yakni Flight Data Recorder (FDR) telah ditemukan. Namun tim masih harus mencari bagian CVR dari kotak hitam pesawat tersebut. Sejauh ini sudah ada 40 korban Sriwijaya Air SJ 182 yang berhasil teridentifikasi.

  • Bagikan