KKB Korban Gempa Butuh Pembalut di Majene dan Mamuju

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BULUKUMBA – Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB) berharap bantuan yang disalurkan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba bukan hanya logistik, tapi pembalut dan popok yang juga menjadi kebutuhan urgent di lokasi bencana.

Sekretaris KKB Kabupaten Mamuju, Agus Ariyanto menerangkan, setelah sepekan berada di pengungsian, kebutuhan penting korban gempa di Sulbar khususnya di Mamuju dan Maje’ne yakni pembalut wanita, juga popok bayi dan popok lansia.

Selain itu juga, mereka kekurangan terpal, selimut, susu, kopi, teh, biskuit, pakaian dalam dan vitamin.

Jadi, Ariyanto sapaannya, sangat berharap bantuan yang disalurkan bisa dikondisikan sesuai dengan kebutuhan korban gempa di Sulbar.

“Kami bukan tidak butuh makanan, hanya saja stok indomi di posko sudah over. Sedangkan ada kebutuhan penting yang tidak tersedia,” curhatnya saat audiensi di ruang Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga  Misi Kemanusiaan IDI Sulselbar, Boyong Dokter ke Lokasi Bencana di Sulbar

Kemudian lanjutnya, dalam proses penyaluran bantuan, Pemda harus mengutamakan masyarakat Bulukumba yang menetap di Sulbar. Dengan membagi tiga titik, yakni Posko KKB di Kabupaten Mamuju, Posko KKB di kabupaten Majene dan Posko Induk di Provinsi Sulbar.

“Hal ini harus dilakukan agar pembagian bantuan lebih merata. Khususnya untuk masyarakat Bulukumba yang terdampak gempa, apalagi yang ada di beberaoa lokasi yang sulit diakses,” harapnya.

Ariyanto membeberkan, jumlah masyarakat Bulukumba di Kabupaten Majene yang terdampak gempa sebanyak 30 KK, sedangkan yang berada di Kabupaten Mamuju terdata sebanyak 170 KK.

Baca Juga  Waspada, Gempa M5,0 Kembali Guncang Majene

Hal ini disambut baik oleh Sekretaris Daerah Misbawati A. Wawo. Dalam hal ini, dia mengaku, melalui dinas terkait akan memberikan informasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bisa menyesuaikan kebutuhan korban di lokasi bencana.

“Jadi untuk OPD yang kebetulan belum men-drop bantuan. Nanti dikomunikasikan agar berhenti memberikan indomi,” imbaunya.

Misbawati A. Wawo mengaku, tetap membuka ruang untuk semua masyarakat agar bisa memberikan kontribusinya dalam membantu meringankan beban korban gempa di Sulbar. Pihaknya akan terus mengkoordinir terkait pengumpulan dan pendistribusian bantuan.

“Semua harus selalu terkoordinir yah. Agar bantuan sampai pada sasaran yang tepat dan transparan,” tegasnya. (kia/ril)

  • Bagikan