Tusukan Maut Petani di Bone, Pria Tewas Sebelum Sampai di Puskesmas, Ini Motifnya – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Tusukan Maut Petani di Bone, Pria Tewas Sebelum Sampai di Puskesmas, Ini Motifnya

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BONE –– Warga mendadak histeris di Pasar Pasaka, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (25/1/2021) siang.

Lantaran, mendadak terjadinya aksi penikaman berujung maut di depan warkop.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Boneposcom, korban penikaman diketahui bernama Bahtiar, sementara pelaku bernama Andi Sose yang bekerja sehari-hari sebagai petani.

Pada saat kejadian, korban Bahtiar sedang berada di salah satu warkop yang ada di pasar Pasaka, kemudian datang pelaku seorang diri dan menghampiri korban.

Pelaku langsung bertanya kepada korban.

Baca Juga  Diduga Dalami Ilmu Hitam, Pria di Bone Mengamuk, Satu Warga Tewas

“Katanya kamu mencari saya, ada apa?,” tanya pelaku.

Korban pun sontak menjawab. “Iya, memang benar saya cari kamu,” balas korban.

Pemilik Warkop yang melihat suasana dalam tensi panas, langsung mempersilahkan keduanya keluar untuk menyelesaikan persoalan mereka.

Setiba di luar warkop, korban langsung menendang pelaku kemudian pelaku langsung mencabut badiknya dan langsung menikam korban sebanyak 3 kali.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf yang dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Kata Ardi, koban mengalami luka tusukan badik pada bagian dada dan perut sebanyak 3 tusukan.

Baca Juga  Pasukan Gabungan Operasi Penegakan Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Bone

“Pasca kejadian, korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun sayangnya sebelum tiba di Puskesmas korban meninggal dunia,” ujar AKP Ardy, kepada Boneposcom.

Lanjut kata Ardy, setelah kejadian tersebut, pihak Polsek Kahu yang mendapatkan laporan dari warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan mencari pelaku. Tidak berselang lama, pelaku ditemukan dan langsung diamankan petugas.

“Pelaku saat ini masih dalam perjalanan menuju Polres, untuk motifnya sendiri diduga ada persoalan tanah,” ungkapnya. (her)

  • Bagikan