Kronologi Lengkap Penikaman Berujung Tewas di Warkop Area Pasar Bone

BONEPOS.COM, BONE - Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Desa Pasaka, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Senin (25/1/2021), mendadak geger.

Sebelumnya pelaku dan korban sempat berduel di depan salah satu warkop di Area Pasar Pasaka.

Hal itu diakui pelaku, Andi Sose saat diwawancarai di ruang penyidik Polres Bone.

Dari pengakuan pelaku, awalnya mendatangi korban yang sedang minum kopi di warkop. Pada saat itu, pelaku dan korban sempat cekcok di dalam warkop, kemudian pemilik warkop menyuruh keduanya keluar untuk menyelesaikan persoalan karena suasana terlihat memanas.

Setiba di luar warkop tanpa sepatah kata, korban langsung menendang pelaku, tidak terima ditendang oleh korban, pelaku akhirnya mencabut badiknya dan langsung menusuk korban sebanyak 3 kali.

"Awalnya saya mau bicara baik-baik, tapi dia langsung marah-marah, kemudian saya langsung didorong dan ditendang sehingga saya langsung jatuh. Makanya langsung saya ambil badik saya baru tusuk dia," ungkap Andi Sose.

Lanjut kata pelaku, pada saat itu posisinya dengan korban memang saling berhadapan, dan ketika telah menusuknya 1 kali, pelaku melihat korban sempat terlihat mencari sesuatu di pinggangnya.

"Dia juga bawa badik, saat itu dia sempat mencari sesuatu di pinggangnya tapi tidak sempat jadi saya tusuk lagi," tambahnya.

Ditanya soal adanya dugaan persoalan tanah antara dirinya dan korban, Andi Sose mengatakan tidak ada. Sebelumnya hubungan mereka baik baik saja bahkan mereka hampir tiap hari tiap malam ketemu karena bertetangga.

Saat ini, pelaku masih dalam proses penyidikan oleh penyidik Polres Bone.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf yang ditemui mengatakan, motif pelaku diduga ada masalah tanah antara korban dan pelaku.

"Motifnya diduga masalah tanah, korban dan keluarga pelaku ada masalah tanah, kemudian pelaku disebut-sebut namanya ikut mencampuri masalah tersebut oleh korban," beber Ardy.

Lanjut kata Ardy, pelaku akan dijerat pasal 351 ayat 3 dan 338 KUHPidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (her)