Patok Biaya Sertifikat Rp5,5 Juta, Warga ‘Bernyanyi’ Soal Aksi Lurah di Bone – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel Best Automated Bot Traffic

Patok Biaya Sertifikat Rp5,5 Juta, Warga ‘Bernyanyi’ Soal Aksi Lurah di Bone

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BONE – Sejumlah warga Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone diduga menjadi korban penipuan oleh mantan Lurah Jeppe,e AS.

Salah seorang warga bernama Hj. Ibah yang ditemui awak media mengatakan, dia merasa telah ditipu oleh AS yang saat itu menjabat sebagai lurah di wilayahnya.

Ajibah telah menyerahkan uang sebanyak Rp5,5 juta untuk pembuatan sertifikat tanahnya pada tahun 2016 lalu, namun sampai sekarang sertifikat tersebut belum terbit.

“Saya sudah serahkan uang ke Pak Lurah sebanyak Rp5,5 juta tapi sertifikat saya belum jadi sampai sekarang padahal sudah berapa tahun, dan saat saya menyerahkan uang tersebut saya disaksikan oleh Pak Anca staf kelurahan,” urai Hj Ibah, Senin (1/2/2021).

Lanjut kata Ajibah, dia pernah bertanya kepada AS terkait sertifikat tersebut namun selalu menjawab tunggu, saat diminta untuk mengembalikan uang tersebut, AS juga enggan mengembalikan.

“Hal ini pernah saya laporkan ke pihak kepolisian, tapi tidak diterima, dengan alasan bukti saya kurang, dan memang pada saat saya menyerahkan uang ke pak lurah tidak ada tanda bukti, karena saat saya minta bukti sama dia, dia bilang tidak usah, masa kamu tidak mempercayai saya sebagai lurah mu,” beber Hj.Ibah menirukan perkataan pak lurah ke dirinya.

Baca Juga  Kemenag Bone Bekali Tenaga Medis Penyelenggaraan Jenazah Covid-19, Begini Caranya

Sementara itu, staf Lurah Jeppe’e Anca yang disebut sebagai saksi saat Hj. Ibah menyerahkan uang ke Pak Lurah membenarkan hal itu. Namun menurut Anca, dia hanya melihat Hj. Ibah menyerahkan uang sebanyak Rp2,5 juta.

“Saat itu saya melihat Hj. Ibah memang memberikan uang ke pak Lurah yang lama, tapi cuma Rp2,5 juta mungkin diserahkan 2 kali ke pak lurah,” ujar Anca.

Ditanya soal alasan sertifikat tersebut belum terbit, Anca mengatakan dia tidak tahu-menahu.

“Bagaimana caranya saya bisa uruskan sertifikatnya warga, sementara uangnya tidak diserahkan ke saya sama pak lurah, tidak mugkin juga saya yang mau bayarkan warga,” beber Ancha melalui sambungan telepon.

Baca Juga  40 Peserta Ramaikan Lomba ARIP di Paccing Bone

Selain itu, jika persoalan ini dibawa ke ranah hukum, dia siap menjadi saksi, karena memang pada saat penyerahan uang dari ke Lurah sempat dilihatnya.

Hal yang sama juga terjadi terhadap warga lain bernama Hj. Anti, dia juga pernah menyerahkan uang ke lurah dan disaksikan oleh salah satu anggota LSM bernama Topan.

“Kalau saya sejak tahun 2014 telah menyerahkan uang ke pak Lurah dan saya juga pernah meminta kembali uang itu namun pak Lurah mengatakan sebagian uang yang saya berikan itu ada di oknum LSM itu sebagiannya lagi ada sama pak Lurah,” ucap Hj. Anti

Menurut pengakuan Hj. Anti bukan hanya dia dengan saudaranya yang menjadi korban atas dugaan penipuan tersebut. Namun masih ada beberapa warga lain yang mengalami nasib yang sama.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari mantan Lurah Jeppe,e AS, saat dikonfirmasi berulang kali, nomor ponsel miliknya tidak aktif. (her)

  • Bagikan