Bulukumba Krisis Darah, Formap KIA Galakkan Desa Siaga Donor – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Bulukumba Krisis Darah, Formap KIA Galakkan Desa Siaga Donor

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BULUKUMBA – Forum Masyarakat Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (Formap KIA) Bulukumba, mendorong penggalangan siaga darah di sektor desa di Kabupaten Bulukumba.

Hal itu disampaikan Ketua Formap KIA Bulukumba, Muhajir. Kata Muhajir, dia resah dengan stok darah yang selalu kosong di Unit Transfusi Darah (UTD) RS Kabupaten Bulukumba.

Padahal kebutuhan darah di Bulukumba, tidak pernah berkurang. Hal itu dibuktikan dari pesan-pesan permintaan kebutuhan darah yang setiap hari masuk di grup-grup WhatsApp.

Sehingga menurut Muhajir, penting dilakukan persiapan-persiapan secara dini yang matang untuk pengadaan darah di sektor desa. Khususnya diperuntukkan bagi ibu bersalin yang berisiko tinggi.

“Jadi semua ibu hamil yang sudah ditentukan tafsiran persalinanya harus memiliki kepastian tentang calon pendonor,” tegasnya, kepada Boneposcom, Kamis (4/2/2021).

Baca Juga  9 Bulan Insentif Tak Dibayar, Nakes di Bulukumba "Peras" Keringat

Dalam hal ini kata Muhajir, perhatian bidan desa dan kepala desa perlu dioptimalkan demi pemenuhan stok darah.

Sebab, bila semua pihak, baik pemerintah setempat hingga stake holder terkait saling mendukung dan punya perhatian, maka stok darah akan lebih mudah disediakan.

“Jangan lagi ada ibu melahirkan yang meninggal karena stok ketersediaan darah yang kosong,” harap Muhajir.

Gayung bersambut, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Bulukumba, Megawati mengaku setuju dengan program galang darah dari Formap KIA.

“Ini masukan yang bagus. Dan semoga bisa berjalan maksimal,” harapnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, dalam perencanaan program ini, semua desa harus masuk Lokasi Fokus (Lokus). Agar Penggalangan darah di sektor desa bisa berjalan maksimal sehingga tujuan utama untuk menekan angka kekurangan darah bisa diatasi.

Baca Juga  Semarak HUT Bhayangkara ke-74, Pejabat Bapas Ramai-ramai Sumbang Darah

Selain itu kata Mega sapaannya, dalam hal ini, pemerintah desa juga harus mampu bersinergi dengan tenaga medis. Demi tercapainya harapan dari program desa siaga donor darah ini.

“Ini semua juga tergantung pemerintah desanya,” ungkapnya.

Maka dari itu, tugas program yakni mendeteksi yang berisiko dan merujuk sesuai dengan aturan atau risiko yang ditemukan.

Sehubungan dengan itu, Ia memaparkan, di tahun 2019 dan 2020 angka kematian ibu tercatat tiap tahun sebanyak 4 orang.

Penyebab utamanya selain karena pre eklampsia, yang paling sering terjadi juga karena perdarahan.

Sehingga penting untuk membuat program demi mendukung ketersediaan darah di Kabupaten Bulukumba. (kia/ril)

Temukan Kami:
  • Bagikan