Terungkap, Aktor di Balik Pelarian Kasus Suami Bunuh Istri di Bone – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Terungkap, Aktor di Balik Pelarian Kasus Suami Bunuh Istri di Bone

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BONE – Hingga saat ini berkas kasus tersangka pembunuhan di Bone yakni Kamaluddin alias Sakka 24 tahun yang telah tega menghabisi nyawa istrinya SE (14) masih berada di meja Kepolisian Polres Bone.

Hal tersebut dikatakan Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf saat dikonfirmasi Boneposcom, Senin (8/2/2021).

Ardy mengatakan, pihaknya masih sementara melengkapi semua berkas-berkasnya.

“Belum kami limpahkan, sementara masih kami lengkapi, insya allah dalam minggu ini kami sudah akan limpahkan,” kata AKP Ardy, kepada Boneposcom.

Terkait pelarian Sakka hingga ke Kalimantan Timur, Sakka mengakui bahwa dia dibantu oleh saudaranya.

Baca Juga  Pelaku Pembunuhan di Takalar Menyerahkan Diri, Ini Identitasnya

Untuk itu, AKP Ardy berujar, akan memanggil pihak keluarga yang dimaksud tersangka.

“Dari pengakuan tersangka pasca membunuh istrinya, dia lari ke rumah saudaranya di Kelurahan Waetuo kemudian dia menyeberang ke Kolaka, untuk itu kami akan panggil saudaranya untuk dimintai keterangan,” tambah Ardy.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Sakka nekat menghabisi nyawa istrinya lantaran cemburu, dan menemukan bukti chat bahwa istrinya itu masih berhubungan dengan mantan kekasihnya.

Karena dikuasai oleh amarah, Sakka pun tega menghabisi nyawa istrinya dengan cara menusuknya beberapa kali menggunakan badik, kemudian kabur dan baru berhasil diamankan setelah dua bulan ditetapkan sebagai DPO oleh pihak kepolisian.

Baca Juga  Danrem Toddopuli Sambut Hangat Kapolda Sulsel di Bone

Sakka berhasil diringkus polisi Polres Berau di rumah keluarganya di Jl Bulalong Lestari, Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Rabu (20/1/2021) lalu.

Tersangka kini dikenakan Undang-Undang 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan Pasal 76 C juncto Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang Perlindungan Anak ditambah Pasal 337 KUH Pidana dengan ancaman 15 tahun penjara. (her)

  • Bagikan