Bupati Sinjai Kembali Aktifkan Posko Covid-19 di Desa – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Bupati Sinjai Kembali Aktifkan Posko Covid-19 di Desa

  • Bagikan

BONEPOS.COM, SINJAI – Menindaklanjuti instruksi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelar Rapat Koordinasi.

Rapat ini dipimpin langsung Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) selaku Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sinjai yang dihadiri Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong, para Forkopimda, para Asisten, Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Sinjai, yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Senin (8/2/2021).

Dalam rapat tersebut, Bupati ASA menyampaikan bahwa meski instruksi Mendagri ini dikhususkan untuk daerah Pulau Jawa dan Bali tetapi ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian untuk dilakukan di Kabupaten Sinjai, mengingat Sinjai sekarang masih berada dalam zona oranye.

Baca Juga  Pejabat Polres Bulukumba Berganti, Ini Daftar Nama-namanya

Beberapa hal yang perlu jadi perhatian dari instruksi tersebut, menurut ASA adalah mempertegas kembali terkait peraturan Bupati mengenai protokol kesehatan, meningkatkan kembali sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta meningkatkan operasi yustisi.

“Mungkin masyarakat saat ini sudah jenuh dengan kondisi saat ini sehingga kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan berkurang, untuk itu perlu dipertegas kembali akan sanksi-sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan,” tegasnya.

ASA berharap posko Covid-19 yang ada di setiap desa dan kelurahan agar kembali diaktifkan dengan melibatkan unsur-unsur yang ada di desa hingga tingkat RT.

Baca Juga  Seorang Pria Tanpa Busana Ditemukan Tewas Di Poros Bandara Bone

“Saya harap posko yang sudah dibentuk sebelumnya agar kembali diaktifkan sesuai arahan Mendagri, termasuk juga untuk ruang isolasi disetiap desa. Hal ini guna meminimalisir serta memudahkan pemantauan ditingkat bawah,” harapnya.

Mengenai kebutuhan pembiayaan dalam pelaksanaan posko di tingkat desa dan kelurahan penanganan Covid-19 ini, ASA menyebutkan bahwa dibebankan pada anggaran masing-masing unsur pemerintah sesuai dengan posko kebutuhan.

“Pada intinya kita mengharapkan masyarakat untuk meningkatkan disiplin 3 M, mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak serta kita selaku pemerintah hingga ditingkat kecamatan dan desa untuk melakukan 3T, tracing, testing dan treatment,” terangnya. (ril)

  • Bagikan