Aisha Weddings Viral, Pakar Medsos : Ini Settingan – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Aisha Weddings Viral, Pakar Medsos : Ini Settingan

  • Bagikan

BONEPOS.COM – Publik dibuat gempar karena penawaran jasa menikah dibawah umur, nikah siri, hingga poligami. Topik mengenai hal tersebut telah dibicarakan lebih dari 3.500 kali.  Penawaran jasa yang viral tersebut dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) bernama Aisha Wedding.

Kemunculan Aisha Weddings inipun sontak viral dan menimbulkan tanda tanya, sebab situs, alamat dan nomor kontaknya tidak jelas. Masa ada bisnis jasa tanpa alamat?

Founder Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi mengalisis kejanggalan Aisha Weddings.

Ismail menilai viralnya Aisha Weddings bertujuan untuk membangun keresahan dan berhasil.

Terbukti, narasinya berhasil menarik komentar dari berbagai organisasi besar, dan juga diliput media mainstream dan TV.

Seperti diberitakan sebelumnya, Aisha Weddings mempromosikan jasanya dengan menyebarkan pamflet dengan dibungkus lipatan koran yang dimasukkan plastik. Barang promosi ini ditemukan di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka juga memasang spanduk di pinggir jalan. Tapi ya itu, tidak ada nomor telepon yang dituliskan.

Baca Juga  Mendagri "Sentil" APIP, Tito: Jangan Sampai APH Justru Temukan Temuan

Ismail mengatakan, jika tujuannya untuk membangun keresahan “Banyak pihak sudah menyatakan keberatan atas iklan nikah muda, poligami, penyimpangan pemahaman agama dan UU yang dibuat oleh akun tidak jelas ini,” ujarnya.

Sebelumnya, viral Aisha Weddings berhasil memancing seluruh pihak dari Muhammadiyah, MUI, Rumah Kitab, KPAI, aktivis, netizen semua merespons. Intinya berupa pernyataan bahwa iklan Aisha Weddings ini melanggar UU, dan harus ditindak polisi.

Selain itu, diketahui Aisha Weddings sebagai WO resmi pernikahan tidak jelas keberadaannya. Baik secara online maupun offline. Apalagi dalam website atau akun media sosialnya tidak mencantumkan alamat dan nomor telepon.

Baca Juga  Kasus Novel : Tersangka Adalah Polri, Advokasi : Ada Kejanggalan Penangkapan

“Situs onlinenya juga baru diisi kontennya pada 9 Feb (berusia 1 hari), dan sebelumnya terakhir diupdate 2018, itu pun redirect ke situs lain,” katanya.

Dari analisis tersebut, Ismail menyimpulkan agar kehebohan ini tidak usah dilanjutkan alias dibicarakan publik karena informasi ini menurutnya tidak jelas muasalnya dan tidak diketahui siapa pembuatnya.

“Menurut saya sih, kehebohan publik ini tak perlu dilanjutkan. Karena memang tidak jelas siapa yang membuat, dan tujuannya sepertinya bukan sungguh-sungguh sebagai iklan wedding profesional. Kita serahkan kepada kepolisian untuk mengungkap pelakunya biar tidak terulang,” tutup Fahmi.

  • Bagikan