Ditetapkan KPU, Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kompak Tidak Hadir – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Ditetapkan KPU, Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kompak Tidak Hadir

  • Bagikan

BONEPOS.COM, BULUKUMBA – Tuntas sudah tahapan pelaksanaan Pilkada Bulukumba 2020 lalu. KPU Bulukumba telah resmi menetapkan Muhtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf sebagai bupati dan wakil bupati baru periode 2021–2026 .

Pasangan ini diusung empat partai yakni, Gerindra, PAN, PKS, dan Berkarya.

Rapat pleno penetapan pasangan Bupati-Wakil Bupati terpilih ini dilaksanakan di Aula Rumah Makan Bersama. Jl. Nenas Kecamatan, Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Kamis, (18/2/2021) dengan dijaga ketat aparat kepolisian.

Ketua Komisioner KPU Bulukumba, Kaharuddin mengatakan, jika penetapan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba hari ini digelar setelah melewati rentetan tahapan sengketa yang bergulir sebelumnya.

Baca Juga  Nakhoda Baru Karang Taruna Bontomangiring, Ini Targetnya

“Hari ini kita sudah melakukan penetapan yang kemudian akan kami ajukan ke DPRD. Selanjutnya diusul ke Gubernur Sulsel untuk menjadwalkan pelantikan,” ungkapnya.

Dalam penetapan yang digelar KPU itu, tidak tampak pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih. Dan, menurut Kaharuddin, hal ini tidak menjadi keharusan dalam rapat pleno penetapan ini.

“Sesungguhnya paslon terpilih tidak wajib hadir. Secara substansi tadi mereka diwakili oleh tim pemenangan dan partai pengusung, tadi juga sudah ada bawaslu. Jadi unsur dalam rapat pleno ini sudah terpenuhi,” bebernya

Selain itu, Kaharuddin juga memastikan, jika hari ini KPU akan mengajukan pengusulan penetapan pengangkatan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih ke DPRD Bulukumba termasuk ke Gubernur Sulsel.

Baca Juga  Tidak Percaya Covid-19, Pemuda Rilau Ale Blak-blakan di Hadapan Anggota DPRD

“Untuk pelantikannya itu sudah ada diranah Kemendagri. Dan kami, KPU Bulukumba komitmen untuk menyerahkan dokumen-dokumen pemilihan bupati dan wakil bupati yang terpilih pada Pilkada 2020 lalu,” ujarnya.

Mengingatkan, hasil suara dari partisipasi pemilih pada Pilkada 2020, Kaharuddin mengaku ada peningkatan sebanyak 15 persen. Sebab, Pilkada tahun 2020 lalu angka partisipan mencapai 74,2 persen. Sedang pilkada lima tahun ke belakang hanya 59 persen.

“Ini membuktikan masyarakat sudah mulai menyadari pentingnya pilkada Bulukumba,” tutupnya. (kia/ril)

  • Bagikan