Ancaman Bencana, Pembentukan Desa dan Kelurahan Tangguh di Sinjai

  • Bagikan

BONEPOS.COM, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai menggelar sosialisasi dan koordinasi pembentukan desa/kelurahan tangguh bencana, yang digelar di Hotel Rofina, Senin (22/2/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA), yang mewakili Kepala BPBD Sulsel, Ketua Markas Palmera Indonesia Sulsel, Kepala BPBD Sinjai Budiaman, Kepala PMD Yuhadi Samad, para Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Sinjai.

Ketua panitia pelaksana, Syamsul Ahmad mengatakan, dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini salah satunya adalah Keputusan Bupati Sinjai Nomor 48 Tahun 2021 tentang pengesahan umum pelaksanaan anggaran dalam perangkat kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sinjai tahun 2021.

“Tujuan kegiatan ini adalah agar terwujudnya pemerintahan desa dan kelurahan tangguh bencana sebagai salah satu perangkat kesiapsiagaan bencana yang disusun untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di desa dan kelurahan, sehingga risiko yang mungkin timbul akibat bencana dapat dikurangi,” jelasnya.

Lebih jauh Syamsul menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan merupakan tindaklanjut dari hasil pengembangan penguatan potensi kapasitas kesiapsiagaan desa dan kelurahan yang dilakukan BPBD berkoordinasi dengan PMD dan bagian Pemerintahan Sedtakab Kabupaten Sinjai.

Baca Juga  Ayo, Terapkan Protokol Kesehatan di Pasar

Dalam pelaksanaannya di tengah pandemi Covid-19, pihak panitia tentu selalu berupaya untuk senantiasa patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Metode dan materi kegiatannya, yakni penanganan desa dan kelurahan tangguh bencana, evaluasi kesiapan desa dan kelurahan tangguh bencana, hingga kegiatan diskusi. Narasumber materi disampaikan oleh Kepala BPBD Sulsel atau yang mewakili dan Ketua Markas Palang Merah Sulsel,” sebutnya.

Dia menyebutkan, peserta sosialiasi pembentukan desa dan kelurahan tangguh bencana ini berjumlah sebanyak 51 orang, masing-masing berasal dari perwakilan desa dan kelurahan se Kabupaten Sinjai.

“Sumber pendanaan, anggaran yang digunakan bersumber dari APBD pemerintan daerah Tahun 2021 pada Badan Penanggulan Bencana Daerah Kabupaten Sinjai Sub Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati ASA berujar, untuk di Kabupaten Sinjai termasuk daerah di Sulawesi Selatan yang terindentifiasi secara objektif memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi, maka akan ditetapkan target pembentukan tiga desa dua kelurahan tangguh bencana yang nantinya diharapkan mampu menjadi lokomotif mengurangi risiko bencana berbasis masyarakat.

Baca Juga  Layak Dicontoh, BPBD Sinjai Bekali Pelajar Mitigasi Bencana

ASA mengapresiasi pihak BPBD, PMD, dan Badan Pemerintahan, Camat, Lurah dan Kepala Desa atas sinergi dan kerja samanya untuk mewujudkan desa dan kelurahan tanggung bencana. Kerjasama pembentukan desa dan kelurahan tangguh bencana ini menjadi salah satu bukti bahwa akan konsistennya suatu pemerintah daerah terhadap komitmen dan tanggungjawab untuk senangtiasa memberikan pelayanan perlindungan terhadap keselamatan seluruh warga masyarakat dari potensi ancaman resiko bencana, dengan tetap memberi ruang kepada warga untuk terlibat secara aktif dalam rangkaian penanggulangan bencana.

Desa dan kelurahan tangguh bencana ini diharapkan mempunyai kemampuan mandiri untuk beradaptasi menghadapi potensi ancaman bencana serta memiliki kampuan memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan. Diharapkan, dengan hadirnya desa dan kelurahan tangguh bencana ini dapat menjadi gerbang pengurangan risiko bencana.

“Kepada seluruh peserta dari desa dan kelurahan untuk lebih bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini. Kita juga berharap semoga seluruh desa dan kelurahan nantinya bisa mengikutkan atau melibatkan masing-masing perwakilannya,” tandasnya. (fan/ril)

  • Bagikan