Makam Gusdur dari Uang Negara, Alissa Wahid Angkat Bicara

  • Bagikan

BONEPOS.COM – Politisi Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Rachland Nashidik menuding makam Gus Dur dibiayai oleh negara dalam kicauannya di twitter. Hal itu ia cuitkan pada 17 Februari 2021 menanggapi pertanyaan dari warganet.

Tak berselang lama, hal tersebut langsung dibantah Alissa Wahid putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Ia membantah makam ayahnya di Kompleks Pesantren Tebuireng dibiayai oleh negara.

“Bang @RachlanNashidik, makam Gus Dur sampai saat ini dibiayai oleh keluarga Cianjur, termasuk prasasti. PP Tebuireng pun hormati ini,” tulis Alissa dalam akun Twitter nya bernama @alissawahid, dikutip Sabtu (20/2).

Ia mengatakan dana negara tidak untuk makam. Menurut Alissa, dana negara digunakan untuk pembangunan jalan raya dan lahan berjualan warga.

Baca Juga  Inilah Pasal - Pasal Kontroversial di RUU KHUP

“Maklum, ada 1,5 juta-2 juta peziarah setiap tahun. Negara urus ini,” kata Alissa.

Kendati begitu, jumlah bantuan untuk pemakaman di Tebuireng terbilang sedikit. Bantuan itu khususnya untuk mengelola makam Pahlawan Nasional, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim.

“Makan Gus Dur tidak termasuk. Jadi next time lebih hati-hati ya @RachlanNashidik. Jangan asal,” katanya.

Selain itu, Alissa juga menegaskan tak ada dana museum Gus Dur namun hanya ada bantuan untuk museum Islam Nusantara.

“Setahu saya disepakati Gus Solah dengan pemerintah sebelum Gus Dur wafat,” ucap Alissa.

Bermula dari ciutan Rachland  soal pembangunan museum kepresidenan. Ia mencontohkan museum Bung Karno yang juga ada di Indonesia.

Baca Juga  KemenPAN-RB Larang ASN Mudik di Tengah Corona, Begini Dasarnya

Menurutnya, museum merupakan jejak bagi ingatan sejarah yang juga bisa menjadi objek wisata bagi pendapatan daerah. Hal ini terkait pembangunan museum SBY di Pacitan yang belakangan dikritik karena dibiayai menggunakan APBD.

Pernyataan itu kemudian ditanggapi warganet yang menyindir ada pihak yang ‘mengemis’ anggaran untuk membangun museum keluarga.

Rachland lantas menanggapi bahwa pembangunan museum SBY itu bukan museum keluarga dan inisatif pendanaan datang dari pemprov. Bahkan menurutnya sebagian dari sumbangan warga.

“Sebagai pembanding, Anda tahu makam Presiden Gus Dur dibangun negara?” tulis Rachland dalam akun Twitter nya.

  • Bagikan