Oknum LSM di Jeneponto Dilapor ke Polisi, Ini Dugaan Kasusnya

  • Bagikan
Foto: Ilustrasi/pixabay.com

BONEPOS.COM, JENEPONTO – Seorang oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan diduga mencemarkan nama baik kepala desa (Kades).

Aduan itu dilayangkan langsung Ketua DPC Jeneponto Lembaga Perlindungan Hak Asasi Manusia (LP-HAM-RI), Fajar Alimuddin.

Fajar mengaku, salah satu oknum LSM itu bernama IL. IL diadukan ke Polres Jeneponto karena disebut mencemarkan nama baik salah satu Kades di Jeneponto.

“Oknum tersebut itu menyampaikan informasi kepada media yang tidak sesuai dengan kenyataan. Informasinya, media online yang memuat informasi itu di Gowa,” beber Fajar kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Kata Fajar, IL diadukan ke Polres Jeneponto karena dianggap tidak sesuai dengan apa yang disampaikannya pada media, Jumat (19/2/2021).

Baca Juga  Di Jeneponto Ada Lokasi Kitesurfing, Gubernur: Ada Yang Pernah Coba?

“Dalam narasi pemberitaan itu, seolah-olah Kades Ujung Bulu (Mansyur, red) ini banyak pelanggaran. Terus membahas soal tapal batas Jeneponto-Gowa dengan merusak hutan lindung sebagai pembalakan,” sambung Fajar.

Pasalnya, informasi pada berita yang termuat tersebut sebelumya juga tidak dilakukan konfirmasi oleh media yang menayangkan.

Lebih jauh dijelaskan, penyebaran berita ini, berpotensi menimbulkan fitnah dan konflik internal di lingkungan masyarakat Desa Ujung Bulu.

Tak hanya itu, informasi yang dimuat dalam pemberitaan tidak berlandaskan fakta kepada publik, seolah informasi itu menjadi opini sendiri dari media tersebut.

Baca Juga  Petani di Jeneponto Nekat Minum Racun hingga Tewas, Ini Dugaan Penyebabnya

“Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun,” ungkap Fajar.

Pihahknya berharap, kepolisian mengusut oknum LSM ini untuk dimintai klarifikasi dan menindaklanjuti laporan LP HAM RI.

Terpisah, pengaduan LP HAM RI dibenarkan Kaur Mintu, Aiptu Anwar.

“Bukan laporan polisi tapi pengaduan, itu terakhir masuk kemarin, saya belum sempat baca juga isinya. itu sudah diketahui pimpinan dan untuk disposisinya tunggui Senin,” pungkasnya. (rul/ril)

  • Bagikan