88 Persen Randis di Pemkot ‘Hilang’, Hari Pertama Evaluasi Kelayakan – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

88 Persen Randis di Pemkot ‘Hilang’, Hari Pertama Evaluasi Kelayakan

  • Bagikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Sejumlah kendaraan dinas (Randis) milik pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar dikumpulkan di Lapangan Karebosi, Rabu (24/2/2021).

Hal ini diperuntukkan agar aset bergerak yang digunakan untuk menunjang kinerja para pelayan masyarakat ini dicek proporsi kepemilikan termasuk kelayakan mesinnya. Ini sekaligus untuk mengecek kemungkinan adanya pejabat yang menguasai lebih satu kendaraan dinas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Muh Anshar yang juga berada di lokasi pengecekan menuturkan harapannya agar para pelayan masyarakat di Makassar ini dapat kooperatif memperlihatkan kendaraan dinas yang dimilikinya agar dapat diinventarisir inspektorat.

Baca Juga  110 Orang Sehari, Sulsel Cetak Rekor Penambahan Pasien Corona

“Saya minta pada pejabat Pemkot yang memiliki kendaraan dinas sekiranya dapat aktif memperlihatkan fisik randisnya agar dapat dievaluasi proporsi dan peruntukannya. Termasuk juga untuk mengetahui ada berapa unit yang dimiliki oleh masing-masing pejabat. Jika memiliki lebih dari 1 unit harus bisa berbagi dengan pejabat lain demi menunjang tugas- tugas yang dibebankan,” beber Anshar.

Di hari pertama inventarisir mobil dinas Pemkot Makassar, difokuskan pada kendaraan dinas yang digunakan pejabat di lingkup Sekretariat daerah Kota Makassar Tercatat, ada 300-an kendaraan lingkup sekretariat, namun yang terdata secara fisik di lapangan karebosi hanya berkisar 12 persen saja, artinya masih ada sekitar 88 persen yang belum jelas keberadaannya.

Baca Juga  PLN Luncurkan Velocity, Menanti Tuah Motor Listrik

Sekda Kota Makassar pun meminta agar pejabat yang belum menghadirkan kendaraannya dapat aktif untuk menyerahkan terlebih dahulu kendaraannya untuk dievaluasi.

“Jadi kendaraan yang di serahkan Pemkot Makassar itu milik pemerintah bukan pribadi. Jadi tolong dibawa dulu kendaraannya, diserahkan kuncinya untuk diperiksa oleh tim. Setelah itu akan dikembalikan lagi ke pejabat bersangkutan sesuai dengan peruntukannya,” tegasnya. (ril)

  • Bagikan