Juri Bung Hatta Award Nilai Penghargaan Anti-Korupsi NA Perlu Dicabut – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Juri Bung Hatta Award Nilai Penghargaan Anti-Korupsi NA Perlu Dicabut

  • Bagikan
Jumpa pers OTT KPK terhadap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, 28 Februari 2021 dini hari

BONEPOS.COM, JAKARTA – Penghargaan antikorupsi dari Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) yang diberikan kepada Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) harus dicabut.

Demikian diungkapkan oleh Salah satu dewan juri Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA), Zainal A Mochtar, Senin (29/2/2021).

“Sangat perlu untuk ditarik (penghargaan BHACA). Ya pencabutan, karena award itu simbol untuk sikap antikorupsi,” Ungkap Zainal dikutip dari laman Detik.com.

Zainal menyebutkan, pencabutan penghargaan dapat dilakukan oleh pengurus BHACA. Dia pun meyakini bahwa pengurus BHACA akan segera menentukan sikap terkait hal itu.

Baca Juga  Semangat Nurdin Abdullah untuk Kontingen Sulsel di Pomnas XVI

“Tetapi penarikan itu bukan oleh kami karena saya adalah dewan juri. Penarikan itu oleh pengurus BHACA,” sebutnya.

Untuk diketahui, Zainal merupakan salah satu dewan juri BHACA pada 2017, dimana saat itu Nurdin Abdullah memenangi penghargaan tersebut.

Selain Zainal, empat orang lainnya yang turut menjadi juri yakni Paulung Agung Pambudhi, Endy M Bayuni, Bivitri Susanti, dan Betti Alisjahbana.

Baca Juga  Kuasa Hukum Agung Sucipto Buka Suara, Ini Sosok Disebut Dalang Kasus Menimpa NA

Diberitakan sebelumnya, Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di Sulsel. KPK dalam kasus ini telah menetapkan 3 tersangka.

Mereka adalah, Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan) dan Edy Rahmat (Sekdis PUTR Provinsi Sulawesi Selatan) sebagai penerima suap dan Agung Sucipto (kontraktor) pemberi suap.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya langsung ditahan oleh KPK untuk 20 hari kedepan terhitung sejak 27 Februari 2021 sampai 18 Maret 2021. (red/ril).

Temukan Kami:
  • Bagikan