Sinjai Refocussing Anggaran, Apa Program Kegiatan Dipangkas? – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel

Sinjai Refocussing Anggaran, Apa Program Kegiatan Dipangkas?

  • Bagikan

BONEPOS.COM, SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelar Rapat Koordinasi pembahasan refocussing program kegiatan tahun 2021, di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Senin (1/3/2021).

Rapat tersebut dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sinjai, Andi Ilham Abubakar dan dihadiri Asiaten Administrasi Umum Haerani Dahlan, para Kepala Perangkat Daerah, para Kabag Setdakab Sinjai dan Camat se-Kabupaten Sinjai.

Ilham Abubakar menyampaikan, rapat tersebut dilakukan terkait dengan terbitnya Surat Edaran dari Menteri Keuangan Nomor SE-2/PK/2021, tentang penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2021 untuk penanganan pademi Covid-19.

“Pada surat edaran tersebut disampaikan sehubungan dengan penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) perlu dilakukan penyesuaian penggunaan (refocussing) anggaran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) untuk tahun anggaran 2021 ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Pemkab Gandeng Baznas Mengentaskan Kemiskinan, Begini Caranya

Ilham mengungkapkan, karena refocussing dilakukan setelah penetapan APBD 2021, maka nantinya akan mengurangi jumlah anggaran yang ada di masing-masing OPD dan berimbas dengan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya.

“Masing-masing OPD dapat membahas lagi kegiatannya mana yang prioritas dan mana yang tidak, sehingga kegiatan yang tidak prioritas anggarannya digeser untuk penanganaan Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sinjai, Ratnawati Arief menguraikan, pemerintah pusat melakukan pemotongan dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 3 persen dari total alokasi DAU Sinjai, yaitu dari Rp559 miliar lebih menjadi Rp541 miliar lebih dan satu persen dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik.

Baca Juga  Masuk Ke Sinjai, Warga Wajib Tes Kesehatan

Ditambah khusus untuk dukungan operasional vaksinasi Covid-19, dilakukan refocussing 8 persen dari total dana DAU, demikian juga dana transfer umum dilakukan penyesuaian untuk program kegiatan yang bersifat perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

“Jadi jika ditotalkan, sebanyak 3 persen yang mengalami pemotongan dari pemerintah pusat atau senilai Rp17 miliar lebih dan refocussing 8 persen itu senilai Rp43 miliar lebih,” sebutnya.

Olehnya itu, pemerintah daerah diminta untuk segera melakukan penyesuaian kembali dokumen APBD tahun 2021 setelah adanya pemotongan dari pusat dan refocussing anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Sesuai arahan Pak Bupati, masing-masing OPD diminta segera melakukan perubahan penyusunan kegiatan berdasarkan skala prioritas sehingga kita harap paling lambat pertengahan Maret ini sudah tuntas,” pungkasnya. (fan/ril)

  • Bagikan