Aktivis di Gowa Demo, Begini Isi Tuntutannya untuk KPK – Bonepos.com – Informasi Berita Terkini Sulsel Best Automated Bot Traffic

Aktivis di Gowa Demo, Begini Isi Tuntutannya untuk KPK

  • Bagikan
Foto: Demonstrasi Gerak Misi minta KPK usut tuntas monopoli Korupsi di Sulsel. (SYAHRUL/BONEPOS.COM)

BONEPOS.COM, GOWA – Puluhan mahasiswa kembali malakukan aksi unjuk rasa di perbatasan Gowa-Makassar, Jl Sultan Hasanuddin-Sultan Alauddin, Rabu (3/3/2021).

Puluhan mahasiswa itu tergabung aliansi Gerakan Rakyat dan mahasiswa Indonesia (Gerak Misi).

Dari pantauan di lokasi sore tadi, sejumlah pengunjuk rasa tampak menenteng spanduk bertuliskan ‘Usut tuntas tindak pidana korupsi dan monopoli di Sulsel, menolak pemimpin koruptor, monopoli tender adalah patologi kekuasaan’.

Dari informasi yang dihimpun, unjuk rasa tersebut adalah salah satu bentuk pengawalan terhadap KPK.

Dimana beberapa waktu lalu diketahui, penyidik KPK telah melakukan Operasi tangkap tangan (OTT) dan melakukan penggeledahan hingga tiga hari ini.

Baca Juga  Astaga, Dampak Unras Anarkis di Makassar, Fasum dan Kendaraan Masyarakat Polri Dirusak

KPK menetapkan tersangka gratifikasi Gubernur Nurdin Abdullah, Sekretaris PUTR Sulsel Edy Rahmat, dan Agung Sucipto selaku kontraktor.

Jenderal Lapangan (Jendlap) dari Gerak Misi, Yayat mengatakan, pihaknya menolak kehadiran pemimpin yang korupsi di Sulsel. Dalam hal ini mantan Bupati dua periode Bantaeng itu.

Pihaknya meminta KPK agar mengusut tuntas kasus tindak pidana korupsi yang ada di Sulsel.

“KPK harus usut tuntas kasus korupsi yang ada dilingkup pemerintah provinsi Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Yayat juga meminta agar KPK mengusut tuntas tindak pidana korupsi dan monopoli tender yang kerap ditemukan bermasalah di Sulsel.

Baca Juga  Anggota DPRD iIkut Orasi bersama Pengunjuk Rasa, Ini Orangnya

Dari pantauan, unjuk rasa ini dikawal sejumlah personel Polres Gowa. Bahkan dalam aksi unjuk rasa ini nyaris saja rusuh, sebab beberapa aktivis melakukan penahanan mobil truk untuk dijadikan mimbar, tetapi aparat kepolisian langsung mencegat dan terjadi aksi saling dorong.

Beberapa saat kemudian, antara aparat dan aktivis ini berhasil dilerai oleh beberapa orang aparat kepolisian lainnya dan aktivis di lokasi.

Sekadar diketahui, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di penggeledahan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (3/3/2021) siang tadi. (rul/ril)

Temukan Kami:
  • Bagikan